Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Beda Keterangan Marina Mart Mandonga dan Ibu Kendari yang Beli Susu Kedaluwarsa

0
0
Manajemen Marina Mart Mandonga melalui Admin Input, Falentina Aziz (kiri) dan Ibu Maryani yang beli susu kedaluwarsa (kanan). Foto: Kendariinfo/Istimewa.

Kendari – Pihak Marina Mart Mandonga menanggapi dugaan menjual susu bayi kedaluwarsa jenis Lactogen kemasan dus kepada Maryani (39), warga Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Namun keterangan yang disampaikan pihak Marina Mart Mandonga berbeda dengan pengakuan Maryani.

Manajemen Marina Mart Mandonga melalui Admin Input, Falentina Aziz, mengatakan pihaknya telah berdamai dengan Maryani. Dia menyebut, Maryani yang mendatangi Marina Mart Mandonga untuk meminta klarifikasi pada Minggu (3/7) telah diselesaikan saat itu juga. Manajemen Marina Mart Mandonga juga telah meminta maaf dan bersedia mengganti rugi hingga menanggung biaya pengobatan bayi Maryani yang sakit akibat mengonsumsi susu kedaluwarsa.

“Terkait tindak lanjut dari pihak Marina Mart Mandonga sendiri, ibu Maryani kemarin sudah datang ke sini sekitar pukul 11.00 WITA. Kita sudah bicara baik-baik dan mau atur damai. Kami mau ganti rugi,” kata Falentina saat ditemui di Marina Mart Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Senin (4/7/2022).

Bantuan Marina Mart Mandonga Ditolak Maryani

Dia menjelaskan, pada hari yang sama pihak Marina Mart Mandonga juga bersedia menjemput dan membawa bayi Maryani ke dokter anak. Sekitar pukul 18.00 WITA, pihak Marina Mart Mandonga menghubungi Maryani melalui pesan WhatsApp bahwa mereka sedang menuju ke kediamannya di Kelurahan Puuwatu.

“Bayinya mau dibawa ke dokter anak, itu tawaran kami sebagai pihak yang bertanggung jawab. Saat itu, ibunya iyakan,” jelasnya.

Saat tiba di kediaman Maryani, telepon pihak Marina Mart Mandonga sebanyak tiga kali tidak dijawab. Tidak berselang lama, menurut Falentina, Maryani kembali menelepon pihak Marina Mart Mandonga dan mengatakan berubah pikiran. Waktu itu, Maryani mengaku tidak ingin ke dokter dan akan melapor ke pihak kepolisian.

“Kita pergi jemput ibu di rumahnya, ibunya tidak mau, katanya tidak usah. Alasannya kami tidak tahu, padahal paginya sudah mau begitu,” ujarnya.

Maryani Bantah Tolak Bantuan Marina Mart Mandonga

Maryani mengaku memang sempat dihubungi pihak Marina Mart Mandonga untuk membawa bayinya ke dokter anak, namun menolaknya. Maryani menilai pihak Marina Mart Mandonga terlalu lama merespons keluhan pelanggan. Maryani mengungkapkan bahwa dia menunggu iktikad baik Marina Mart Mandonga sejak pagi hingga sore.

“Dari jam 10.00 sampai 16.00 WITA saya tunggu di sana. Saya bilang, kalau ada iktikad baik dari Marina Mart Mandonga, kenapa pada saat saya di sana, tidak ada orang yang bilang langsung, bu, atau begini bawa saja anaknya kita ke rumah sakit. Jangan tunggu malam, kalau ada apa-apanya anakku,” tegas Maryani.

Maryani juga membantah mengalihkan atau menolak panggilan telepon pihak Marina Mart Mandonga saat hendak ke rumahnya. Dia mengaku ingat betul percakapan terakhirnya dengan pihak Marina Mart Mandonga. Saat itu, Maryani mengizinkan pihak Marina Mart Mandonga ke rumahnya, tapi dia mengatakan kasus tersebut tetap dilaporkan ke polisi.

“Pada saat malam, dia bilang ke saya, mau ke rumah. Terus saya bilang, tidak apa-apa kita datang, tapi ini kasus saya sudah laporkan ke polisi. Dia bilang lagi, oh begitukah, bu. Oh iya sudah. Kalau memang ada iktikad baiknya, datang saja ke rumah karena saya sudah bagikan lokasi ke mereka. Tidak mungkin tamu di depan rumahku saya suruh pulang,” jelas Maryani.

Bayi Maryani Jadi Korban Susu Kedaluwarsa

Al Fatan, bayi tujuh bulan yang mengonsumsi susu jenis Lactogen kedaluwarsa. Foto: Istimewa. (3/7/2022).

Awalnya Maryani membeli susu kedaluwarsa jenis Lactogen di Marina Mart Mandonga pada Sabtu (2/7/2022) lalu, sekitar pukul 14.00 WITA. Waktu itu, dia membeli dua kemasan Lactogen sekaligus, ukuran 180 gram dan 350 gram, namun tidak memeriksa tanggal kedaluwarsa susu tersebut. Belakangan Maryani mengetahui bahwa susu kedaluwarsa yang dibelinya adalah kemasan berisi 180 gram dan bertuliskan “JUN 2022” di bagian atas bungkusan.

“Saya tidak periksa. Logikanya tidak mungkin saya kasih minum bayiku susu kedaluwarsa,” kata Maryani.

Setibanya di rumah, Maryani langsung membuatkan susu untuk Al Fatan lalu meminumkannya. Tak berselang lama, Al Fatan mulai gelisah dan menangis secara terus menerus. Pada Minggu (3/7) dini hari, tubuh Al Fatan mulai muncul bintik-bintik merah.

“Kenapa pas minum satu botol, bayiku kayak lain-lain. Dia menangis terus. Bayiku bintik-bintik merah pas malam,” ujarnya.

Akhirnya, Maryani membawa sendiri bayinya ke tempat dokter praktik pada Minggu (3/7). Meski tak langsung diperiksa, dia diminta oleh asisten dokter untuk meminumkan bayinya air putih secara rutin. Dengan begitu, diharapkan bakteri dari susu kedaluwarsa dapat keluar lewat urin bersamaan dengan air putih yang bayi konsumsi.

“Ada asisten dokter. Dia bilang ke saya, kasih banyak anaknya kita minum air supaya kencing terus, jadi tercuci perutnya. Takutnya susu yang dia minum itu ada bakteri di ususnya,” jelasnya.

Susu Kedaluwarsa Berakhir ke Polisi

Maryani, telah melaporkan Marina Mart Mandonga ke Polsek Mandonga atas dugaan penjualan susu kedaluwarsa, Minggu (4/7). Maryani mengaku menjadi korban setelah membeli dan meminumkan susu kedaluwarsa kepada bayinya, Al Fatan, yang baru berusia tujuh bulan.

“Saya melapor karena tidak ada tanggapan dari mereka,” ujarnya.

Kapolsek Mandonga, Kompol Much. Salman, membenarkan laporan itu. Dia mengatakan, pihaknya segera memeriksa pihak Marina Mart Mandonga setelah mengumpulkan bukti-bukti sebagai bahan penyelidikan.

“Laporannya ada soal bayi minum susu kedaluwarsa itu. Sementara kita siapkan lidik, kita akan periksa,” singkat Salman.

Marina Mart Mandonga Viral di Medsos Usai Jual Susu Kedaluwarsa

Seorang ibu di Kendari curhat usai bayinya minum susu kedaluwarsa. Foto: @aryanirfan30.

Di hari yang sama, Maryani sempat mengunggah video di TikTok @aryanirfan30 dan menceritakan pengalamannya itu. Pada video yang diterima Kendariinfo, Mariani tampak duduk di emperan Marina Mart Mandonga. Mariani terlihat menangis tersedu-sedu dan mengatakan bahwa susu kedaluwarsa itu telah diberikan kepada bayinya. Padahal, dia mengaku selalu membeli susu di toko tersebut. Video itu pun akhirnya beredar luas di media sosial.

“Saya di depan Toko Marina. Selama ini, saya sering datang belanja di sini, beli susu Lactogen. Ternyata anak saya dikasih susu expired date,” ujar Mariani dalam video sambil menunjukkan kemasan susu tersebut.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: