Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Beredar Video Ibu-Ibu Tarik Bus yang Terjebak di Jalan Rusak Butur, DPRD Sultra: Karena Hujan

Beredar Video Ibu-Ibu Tarik Bus yang Terjebak di Jalan Rusak Butur, DPRD Sultra: Karena Hujan
Ibu-ibu menarik bus yang terjebak di jalan rusak Butur. Foto: Istimewa.

Buton Utara – Beredar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah ibu-ibu menarik bus yang terjebak di jalan rusak dan berlumpur. Dari video itu, aksi ibu-ibu menarik bus diduga terjadi di jalan rusak Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pada video yang diterima Kendariinfo, ada sekitar sembilan perempuan dan beberapa orang pria memegang tali yang dikaitkan di badan bus. Sebelum menarik bus, seorang ibu menyinggung pemerintah daerah yang tak kunjung memperbaiki jalan rusak di Butur.

Dia menyebut, jalan rusak merupakan salah satu indikator kepemimpinan yang tidak berhasil. Di akhir video, para ibu yang dibantu sejumlah pria menarik bus keluar dari jebakan lumpur.

Anggota Komisi III DPRD Sultra, Abdul Salam Sahadia.
Anggota Komisi III DPRD Sultra, Abdul Salam Sahadia. Foto: Istimewa. (14/7/2022).

“Apa yang terjadi dengan Buton Utara? Artis kita bisa bawa, jalanan kita becek-becek. Sampai ibu-ibu, kaum perempuan turun tarik mobil. Ini salah satu poin penting, kepemimpinan yang tidak berhasil,” kata seorang ibu dalam video itu.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Sultra, Abdul Salam Sahadia, tak menampik bahwa sejumlah ruas jalan di Butur memang mengalami kerusakan, terlebih yang menghubungkan Ronta – Maligano. Dia mengatakan, jalan rusak tersebut juga diperparah hujan yang turun dalam beberapa waktu terakhir.

“Memang pada saat musim hujan, area Jalan Ronta – Maligano itu rusak. Tetapi itu masuk pada pengerjaan tahun 2022. Ini karena masih hujan, kontraktornya mungkin belum bekerja, tapi itu sudah dilelangkan,” kata Salam, Kamis (14/7/2022).

Baca Juga:  Ratusan Massa Aksi Peduli Doni Amansa Datangi Kantor Gubernur dan DPRD Sultra, Ini Tuntutannya

Dia mengungkapkan, jalan rusak telah menjadi masalah utama di Butur sejak lama. Dia menyebut, jalan rusak terjadi di beberapa tempat dengan panjang bervariasi, mulai 100 sampai 200 meter. Bahkan jalan yang baru diaspal pada 2020 lalu telah mengalami kerusakan akibat struktur dasar tanah yang tidak stabil.

“Jadi jalan rusak itu sudah dari 40 tahun lalu. Jalan rusak itu tidak jauh, hanya memang terbagi di beberapa tempat, ada spot-spotnya. Struktur tanah Maligano – Ronta itu, struktur tanah hidup, memang harus membutuhkan penanganan serius dan spesifik,” ungkapnya.

Salam berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra menggelontorkan dana jauh lebih besar untuk perbaikan jalan di Butur. Menurutnya, anggaran yang dialokasikan Rp50 miliar per tahun kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Butur untuk perbaikan jalan dirasa masih kurang.

“Kami berharap, 2023 ini jauh lebih besar anggarannya. Kalau hanya sekadar Rp50 miliar itu tidak bisa memenuhi jalanan yang rusak di Buton Utara. Jalan yang rusak itu sudah bertambah panjang,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten