BMKG Masih Catat 434 Titik Panas di Sultra, Konsel Terbanyak
Kendari – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mencatat 434 titik panas atau hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (15/10/2026). Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 88 titik.
Berdasarkan data Stasiun Klimatologi Sultra, pemantauan dilakukan sejak pukul 00.00 hingga 23.59 WIB menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA.
Dari total 434 titik panas yang terdeteksi, sebanyak 88 titik berada di Konsel. Rinciannya, 10 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah, 68 titik tingkat menengah, dan 10 titik tingkat tinggi.
Kabupaten Konawe menempati urutan kedua dengan 68 titik panas, disusul Bombana sebanyak 52 titik dan Kolaka 48 titik.
Selanjutnya, titik panas terdeteksi di Kabupaten Buton sebanyak 32 titik, Kolaka Timur (Koltim) 31 titik, Muna 29 titik, dan Konawe Utara (Konut) 25 titik.
Buton Tengah (Buteng) dan Buton Utara (Butur) masing-masing mencatat 16 titik panas, Muna Barat (Mubar) 13 titik, Buton Selatan sembilan titik, Kolaka Utara tiga titik, serta Baubau dan Konawe Kepulauan (Konkep) masing-masing dua titik.
Sementara itu, Kota Kendari dan Kabupaten Wakatobi tidak mencatat titik panas dalam pemantauan tersebut.
BMKG menggunakan data titik panas untuk mengidentifikasi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui anomali suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah di sekitarnya.
Meski demikian, keberadaan titik panas tidak selalu menandakan kebakaran aktif di lapangan. Titik panas juga berpotensi tidak terdeteksi apabila wilayah tertutup awan atau berada di area yang tidak terjangkau pengamatan satelit.
Masyarakat diimbau menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah dengan konsentrasi titik panas tinggi.
