Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

BMKG Prediksi Awal Musim Kemarau di Sultra 2026 Maju, Sebagian Wilayah Mulai Juni

0
0
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas IV Sulawesi Tenggara (Sultra), Kusairi. Foto: Istimewa.

Sulawesi Tenggara – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Kelas IV Sulawesi Tenggara (Sultra) memprakirakan awal musim kemarau di wilayah tersebut pada 2026 akan datang lebih cepat dibandingkan kondisi normal.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas IV Sultra, Kusairi, mengatakan percepatan awal musim kemarau diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah dengan selisih waktu antara satu hingga tiga dasarian atau sekitar 10 – 30 hari lebih awal.

“Kalau untuk di Sulawesi Tenggara perkiraan awal musim kemarau itu sebagian besar maju antara satu hingga tiga dasarian. Jadi ada yang maju sekitar setengah bulan sampai satu bulan lebih cepat,” kata Kusairi saat diwawancarai, Rabu (11/3/2026).

Secara persentase, sekitar 37 persen wilayah di Sultra diperkirakan mengalami kemarau lebih awal satu dasarian. Kemudian sekitar 32 persen wilayah maju dua dasarian, sementara sekitar 5 persen wilayah bahkan bisa mengalami kemarau lebih cepat hingga tiga dasarian.

Sementara itu, sekitar seperempat wilayah lainnya diprakirakan masih berada pada waktu awal musim kemarau yang relatif normal.

Menurut Kusairi, secara umum awal musim kemarau di Sultra biasanya terjadi pada periode Juni hingga Juli. Namun pada tahun ini sebagian wilayah diperkirakan sudah mulai memasuki kemarau pada Juni.

“Setengah wilayah Sultra diperkirakan mulai musim kemarau di bulan Juni, mulai dari awal, pertengahan, sampai akhir Juni. Sisanya terjadi pada Juli hingga awal Agustus,” jelasnya.

Ia menyebut wilayah yang diprediksi paling lambat memasuki musim kemarau berada di Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur (Koltim) yang diperkirakan baru mulai pada awal Agustus.

Sementara itu, beberapa daerah yang diprediksi lebih dulu memasuki musim kemarau pada dasarian ketiga Juni antara lain Kabupaten Bombana, Konawe, Konawe Selatan (Konsel), Buton Tengah (Buteng), Muna Barat (Mubar), Buton, Buton Selatan (Busel), Buton Utara (Butur), Kota Baubau, serta Kabupaten Muna.

Adapun Kota Kendari diprakirakan mulai memasuki musim kemarau pada dasarian kedua Juni atau sekitar pertengahan bulan.

“Untuk Kota Kendari itu nanti masuknya di dasarian kedua Juni, jadi sekitar pertengahan bulan Juni baru mulai musim kemarau,” ujarnya.

BMKG juga memperkirakan kondisi musim kemarau tahun ini akan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu Sultra mengalami fenomena kemarau basah, tahun ini kondisi atmosfer diprediksi berada pada fase netral.

“Kalau kondisi atmosfernya sampai pertengahan tahun 2026 ini diprakirakan masih netral. Setelah itu ada potensi menuju el nino lemah, tapi itu bukan berarti akan sangat kering,” jelas Kusairi.

Meski demikian, secara umum curah hujan selama musim kemarau di Sultra tahun ini diprediksi lebih rendah dibandingkan kondisi normal.

“Prakiraan kondisi kemarau di Sulawesi Tenggara sebagian besar diperkirakan berada di bawah normal, artinya lebih kering dari biasanya,” pungkasnya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: