BMKG Soroti Kendari dan 6 Daerah di Sultra Berpotensi Banjir saat Puncak Musim Hujan
Sulawesi Tenggara – Kota Kendari kembali menjadi titik perhatian BMKG dalam peta kerawanan banjir di Sulawesi Tenggara (Sultra), seiring tingginya intensitas hujan yang berulang setiap musim penghujan. Kendari tercatat bersama enam daerah lain yang kerap mengalami banjir dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sultra, Aris Yunatas, mengungkapkan bahwa banjir masih mendominasi bencana hidrometeorologi di Sultra berdasarkan evaluasi kejadian periode 2021 – 2025. Paparan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Lilin Anoa 2025 di Polda Sultra, Rabu (17/12/2025).
Selain Kota Kendari, daerah yang berulang kali terdampak banjir meliputi Konawe Utara, Konawe, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, dan Buton Utara. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi saat curah hujan meningkat.
Menurut Aris, banjir menyumbang sekitar 45 persen dari total 90 kejadian bencana hidrometeorologi di Sultra dalam kurun lima tahun terakhir, menjadikannya bencana paling dominan dibandingkan kejadian cuaca ekstrem lainnya.
BMKG mencatat, bulan Maret menjadi periode dengan frekuensi banjir tertinggi, seiring kombinasi hujan berintensitas tinggi dan durasi singkat yang kerap memicu limpasan air, khususnya di kawasan perkotaan seperti Kendari.
Saat ini, sebagian besar wilayah Sultra telah memasuki fase aktif musim hujan yang diprakirakan berlangsung hingga Juni 2026. Secara umum, sifat hujan berada pada kategori normal, namun dinamika atmosfer regional dapat meningkatkan intensitas hujan pada waktu tertentu.
“Secara umum sebagian besar wilayah Sultra saat ini telah memasuki musim hujan. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya banjir dan tanah longsor,” jelasnya.
Aktivitas gelombang ekuatorial, Madden-Julian Oscillation (MJO), serta pengaruh sistem tekanan rendah disebut berpotensi memperkuat curah hujan di wilayah Sultra, termasuk Kota Kendari dan daerah-daerah penyangga di sekitarnya.
“Pemantauan radar cuaca dan citra satelit menunjukkan peningkatan hujan yang bersifat lokal, terutama terjadi pada siang hingga sore hari,” tutupnya.
