Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kolaka

Bongkar Plang IUP, Aksi Arogan Polres Kolut Disayangkan Kuasa Hukum PT GAN

Bongkar Plang IUP, Aksi Arogan Polres Kolut Disayangkan Kuasa Hukum PT GAN
Tim Kuasa Hukum PT GAN saat melakukan konferensi pers di salah satu Hotel di Kota Kendari. Foto: Ing/Kendariinfo.

Kolaka Utara – Kuasa hukum PT Golden Anugerah Nusantara (GAN), Kadir Ndoasa menyayangkan aksi arogan Polres Kolaka Utara (Kolut) yang diduga telah membongkar plang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan mengamankan sejumlah karyawan PT GAN di Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolut, Sultra beberapa hari lalu.

Kadir mengatakan, aksi tidak terpuji kepolisian itu dilakukan usai pihaknya mengusir sejumlah penambang ilegal yang telah lama beraktivitas di wilayah IUP-nya. Bahkan, para penambang ilegal tersebut telah melakukan bongkar muat.

Padahal, pengusiran para penambang ilegal tersebut karena berdasar pada Penetapan Eksekusi Nomor 04/G/2020/PTUN-KDI dan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 150/K.TUN/2021 tanggal 27 April 2021 maka IUP eksplorasi milik PT GAN batal dicabut.

“Berarti IUP tersebut masih milik PT GAN. Kok ada perusahaan lain yang menambang,” ucap Kadir, Sabtu (26/11/2022).

Ia menyebutkan, beberapa saat setelah dilakukan pengusiran kepada penambang ilegal di kawasan IUP tersebut, pihak kepolisian langsung datang dan melakukan pembongkaran plang. Bahkan, beberapa karyawan turut diamankan ke Polres Kolut.

“Kami sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Polres Kolut yang membongkar plang dan mengamankan 27 karyawan PT GAN pada Kamis (24/11) malam,” katanya.

Ia menuturkan, puluhan karyawan PT GAN yang diamankan oleh polisi saat sedang menjaga dan mengamankan kawasan IUP dari para penambang ilegal.

“Malam semua karyawan ditangkap. Padahal karyawan ini berada di lahannya sendiri, mereka tidak menghalang-halangi,” jelasnya.

Baca Juga:  Polisi Amankan Puluhan Motor Hasil Razia Balapan Liar di Kolaka Utara

Kadir menduga ada orang yang di belakang Polres Kolut hingga nekat melakukan aksi tak terpuji tersebut kepada masyarakat. Hal itu juga akan dilaporkan kepada Divpropam Mabes Polri oleh tim kuasa hukum PT GAN.

“Sungguh berani sekali kapolres ini. Kami terus terang bertanya-tanya, jangan-jangan ada indikasi bahwa pesanan pejabat yang lebih tinggi. Kami akan mengambil langkah hukum dan melapor di Kadiv Propam Polri untuk melaporkan bahwa ada oknum yang kelewatan, bila perlu ke Presiden dan KPK,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kolut AKP Husni Abda saat dikonfirmasi awak media membenarkan hal tersebut. Ia mengungkapkan puluhan karyawan PT GAN yang diamankan tersebut karena menghalang-halangi aktivitas pertambangan dan membawa senjata tajam.

“Iya pak, kemarin diamankan massa yang mengatasnamakan karyawan PT Golden. Namun, pagi harinya mereka sudah dipulangkan ke kediaman masing-masing. Hasil pemantauan anggota di lapangan, mereka membawa senjata tajam sehingga pimpinan mengambil langkah pencegahan untuk mengamankan mereka ke kantor dan senjata tajam mereka sudah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

ADVERTISEMENT
Penulis
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten