BP3MI Sultra Imbau Warga Waspada Tawaran Kerja ke Kamboja dan Myanmar
Kendari – Balai Perlindungan dan Pelayanan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri, khususnya Kamboja dan Myanmar.
Kepala BP3MI Sultra, La Ode Askar, menegaskan pemerintah Indonesia belum memiliki kerja sama resmi dengan kedua negara tersebut dalam penempatan pekerja migran. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil risiko.
“Kalau ada tawaran bekerja di Kamboja atau Myanmar, apalagi lewat media sosial, tolong jangan langsung percaya. Itu berisiko tinggi dan belum ada jalur resmi dari pemerintah,” kata Askar, Jumat (4/7/2025).
Ia menyarankan masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri agar memastikan informasi lowongan hanya dari sumber resmi, seperti BP3MI atau dinas tenaga kerja kabupaten atau kota. Langkah itu penting untuk mencegah penipuan dan perdagangan orang.
BP3MI juga terus melakukan sosialisasi pencegahan penempatan ilegal, baik di kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum. Menurut Askar, itu adalah bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya di luar negeri.
“Negara hadir untuk memastikan warga tetap aman dan tidak terlibat praktik ilegal. Kami berharap masyarakat tidak asal terima tawaran yang belum jelas legalitasnya,” ujarnya.
Hingga Juni 2025, BP3MI mencatat hanya 25 pekerja migran asal Sultra yang telah diberangkatkan secara legal ke negara-negara tujuan seperti Jepang, Malaysia, Brunei Darussalam, Tonga, dan Papua Nugini. Mereka bekerja di sektor pertanian dan perkebunan sesuai keahlian khusus yang diakui secara resmi.
