Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Bisnis

BPS Sultra: Penduduk Miskin Meningkat, di Pedesaan Naik, Perkotaan Turun

2
0
Ilustrasi seorang pria tua mencari nafkah. Foto: Bobi Nardi/Kendariinfo.

Kendari – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis data pertumbuhan penduduk miskin per September 2021, Senin (17/1/2022). Dalam rilis tersebut menunjukkan penduduk miskin di Sultra mengalami peningkatan dibanding September 2020. Di mana jumlah penduduk miskin di wilayah pedesaan mengalami kenaikan, sementara di perkotaan malah turun.

Jumlah penduduk miskin di Sultra mencapai 323,26 ribu jiwa atau sekitar 11,74 persen. Angka tersebut naik 0,05 persen atau bertambah 5,94 ribu jiwa dibanding September 2020 yakni sebesar 313,16 ribu jiwa.

Statistisi Ahli Madya BPS Sultra, Ahmad Luqman memaparkan, angka penduduk miskin di pedesaan naik 0,45 persen atau bertambah 8,6 ribu jiwa. Sementara di perkotaan turun 0,52 persen atau berkurang 4,03 ribu jiwa.

Statistisi Ahli Madya BPS Sultra, Ahmad Luqman saat siaran pers rilis berita statistik. Foto: Tangkapan layar BPS Sultra. (17/1/2022).

“Meningkatnya garis kemiskinan penduduk pedesaan di Sultra dipengaruhi oleh dua komoditas utama, yakni beras dan rokok,” katanya lewat siaran pers BPS Sultra.

Dalam paparannya menunjukkan pengeluaran masyarakat pedesaan untuk beras sebesar 27,15 persen dari total keseluruhan. Sementara untuk komoditas rokok kretek filter sebesar 9,97 persen.

Angka tersebut jauh lebih tinggi daripada pengeluaran penduduk di wilayah perkotaan. Untuk beras mereka hanya mengeluarkan sebesar 24,58 persen. Sementara untuk rokok kretek filter sebesar 6,87 persen.

“Selain itu, peningkatan jumlah penduduk miskin di pedesaan juga dipengaruhi oleh pengeluaran untuk komoditas perumahan sebesar 8,72 persen,” tambahnya.

Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: