Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Bulan Cinta Laut 2022, Nelayan Kendari Kumpulkan 6.193 Ton Sampah dari Laut

Bulan Cinta Laut 2022, Nelayan Kendari Kumpulkan 6.193 Ton Sampah dari Laut
Sejumlah pejabat bersama masyarakat pada kegiatan Bulan Cinta Laut 2022 di Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (27/10/2022).

Kendari – Nelayan di Kendari berhasil mengumpulkan sampah dari lautan sebanyak 6.193 ton. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Bulan Cinta Laut 2022 yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Gerakan mengumpulkan sampah ini berlangsung sejak 2 hingga 27 Oktober 2022. Gerakan tersebut melibatkan tiga kecamatan yaitu Kecamatan Abeli, Kendari Barat, dan Kecamatan Nambo yang berpusat di Anjungan Teluk Kendari.

Pj. Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan, kegiatan Bulan Cinta Laut ini sangat selaras dengan program Kendari Bergerak, beliau berharap gerakan ini dapat menjadi gerakan skala besar untuk sama-sama menjaga kebersihan Teluk Kendari.

“Sehingga sampah, kotoran, yang ada di sini, bisa kita angkat dan bersihkan,” katanya.

Asmawa melanjutkan, saat ini Teluk Kendari sudah dijadikan sebagai destinasi wisata di Kota Kendari, sehingga sudah menjadi tugas bersama untuk menjaga keindahannya.

“Kegiatan ini dilaksanakan oleh nelayan dari tiga kecamatan, nantinya setiap nelayan yang melaut, pulang itu harus bawa sampah,” lanjutnya.

Ke depan, Pj. Wali Kota Kendari bakal menjadikan kawasan Teluk Kendari menjadi lebih terang di malam hari sehingga dapat menambah pesona dan keindahan yang dapat menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun nasional.

“Sepanjang Teluk Kendari ini, kalau malam terang kan pasti enak kelihatannya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, Syahril A. Raup berharap, setelah kegiatan Bulan Cinta Laut ini, para nelayan harus terus melanjutkan aksi positif ini sehingga nantinya membentuk sebuah sistem.

Baca Juga:  Kadin Sultra Gelar Kendari Vaksin Fest, Berhadiah Televisi, Kulkas, dan Motor

Hingga akhirnya akan menjadi kebiasaan baru bagi para nelayan, apalagi sampah yang dikumpulkan bisa dijual ke bank sampah dan dapat menjadi nilai ekonomis.

“Apalagi harga sampah itu dibanderol setara dengan harga ikan yang paling rendah,” katanya.

Gerakan Bulan Cinta Laut itu juga diikuti oleh semua instansi di Kota Kendari dan provinsi, penyuluh, mahasiswa, beberapa komunitas, TNI Angkatan Laut, dan Polisi.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten