Cegah Flu Burung, BKP Kendari Periksa Ayam Bangkok asal Yogyakarta
Kendari – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kendari melalui Wilayah Kerja Bandara Haluoleo, memeriksa dua ayam bangkok asal Yogyakarta yang masuk di Sulawesi Tenggara (Sultra). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan bebas dari flu burung atau Avian influensa (AI).
Jenis yang cukup terkenal di kalangan pencinta ayam ini banyak diminati karena memiliki postur tubuh bagus dan badannya yang tinggi ideal. Ayam ini mulai diperiksa mulai dari keabsahan, kelengkapan, dan kesesuaian dokumen dengan fisik. Hal itu untuk mencegah masuk, tersebar, dan keluarnya penyakit hewan karantina.
Usai dilakukan pemeriksaan dengan mengambil sampel darah oleh pejabat BKP Kendari, ayam bangkok tersebut dinyatakan aman untuk masuk dan dipelihara di wilayah Sultra.
“Dokumen lengkap, setelah kami lakukan pemeriksaan fisik, ayam dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala klinis hama penyakit hewan karantina (HPHK) terutama AI,” terang Akbar, pejabat karantina yang memeriksa pada Kamis (28/7/2022) lalu.
Penyebaran awal flu burung hanya terjadi pada unggas baik dari peternakan maupun liar. Namun, virus flu burung yang bermutasi menjadi H5N1, H7N7, H9N2, H5N6, H6N1, H7N9, dan H10N8 tersebut dapat ditularkan kepada manusia. Jika tidak ditangani dengan cepat, infeksi virus ini dapat menyebabkan kematian.
Manusia dapat terkontaminasi melalui kontak langsung dengan hewan yang sudah terinfeksi, menghirup debu kotoran unggas sakit, serta makan daging unggas yang tidak masak.
Jika sudah terkontaminasi, pengobatannya biasa dengan dirawat di ruang isolasi untuk meminimalisir penularan. Pasien juga dianjurkan untu makan dan minum yang sehat serta diberikan resep dari dokter.
