Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Cegah Karhutla di Sultra, BNPB dan BMKG Kerahkan 2 Ton Garam untuk Modifikasi Cuaca

0
0
Penyiapan garam atau natrium klorida (NaCl) yang akan disemai di langit Sultra sebagai upaya modifikasi cuaca. Foto: Dok. Lanud Haluoloe.

Kendari – Pemerintah mulai mengerahkan 2 ton garam atau natrium klorida (NaCl) dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan potensi hujan dan menekan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Operasi perdana tersebut berlangsung pada Rabu (4/11/2026) dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, dan TNI Angkatan Udara.

Kepala Pelaksana BPBD Sultra, La Ode Saifuddin, mengatakan operasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 4 – 8 November 2026. Pelaksanaannya akan menyesuaikan kondisi cuaca dan tingkat kerawanan kebakaran di sejumlah wilayah.

“NaCl (garam) yang akan disemai sebanyak 2 ton sekali terbang. Kegiatan ini direncanakan sejak tanggal 4 sampai 8 November, sampai melihat kondisi sudah aman,” kata Saifuddin, Rabu (4/11).

Dalam penerbangan perdana, tim menggunakan pesawat CN-295 milik TNI AU bernomor registrasi A-2904. Pesawat tersebut lepas landas dari Pangkalan TNI AU (Lanud) Haluoleo sekitar pukul 12.18 Wita dan dijadwalkan kembali pada pukul 14.30 Wita.

Pesawat membawa dua ton NaCl yang akan disemai pada ketinggian 10.000 hingga 12.000 kaki. Penerbangan pertama menyasar wilayah utara Sultra setelah memperoleh informasi mengenai ketersediaan awan yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian.

Saifuddin menjelaskan, penentuan sasaran penyemaian berdasarkan kondisi awan dan wilayah yang memiliki potensi titik panas (hotspot) tinggi. Sejumlah daerah di Sultra masuk dalam cakupan operasi tersebut.

Untuk mendukung pelaksanaan OMC, BPBD Sultra menyiagakan personel di Lanud Haluoleo selama empat hari ke depan. Mereka akan berkoordinasi dengan tim BMKG pusat dan TNI AU untuk memantau perkembangan cuaca serta pelaksanaan penerbangan.

“Operasi ini terselenggara atas kerja sama TNI AU, BNPB dan BMKG,” jelasnya.

Selain 2 ton NaCl yang digunakan dalam penerbangan pertama, sebanyak 12 ton bahan semai tambahan juga direncanakan tiba di Lanud Haluoleo. Persediaan tersebut akan digunakan untuk mendukung penerbangan berikutnya selama operasi berlangsung.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: