Cegah Kekerasan, SMKN 5 Kendari Deklarasi Stop Perundungan di Lingkungan Sekolah
Kendari – SMKN 5 Kendari melakukan deklarasi stop perundungan untuk meminimalisasi aksi kekerasan yang melibatkan masyarakat di lingkungan sekolah, Selasa (4/2/2025). Kegiatan yang dibalut dengan gelaran Roots Day SMKN 5 Kendari itu dirangkaikan dengan pergelaran kreatif dari siswa siswi, seperti pementasan drama anti bully, puisi, hingga pementasan tari.
Kepala Seksi Kurikulum Pembinaan SMK PKLK Dikbud Sultra, Kamaruddin Raiya, mengatakan kegiatan itu menunjukkan komitmen SMKN 5 Kendari dalam mencegah kekerasan di lingkungan sekolah. Hal itu juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dalam melindungi masyarakat sekolah, khususnya siswa dari segala bentuk aksi kekerasan dan diskriminasi.
“Kegiatan ini pada akhirnya menjadi sinergi dengan apa yang telah dicanangkan Pemprov Sultra soal penanggulangan kekerasan pada satuan pendidikan,” katanya.
Kepala SMKN 5 Kendari, Aryati, mengatakan sekolahnya mempunyai program khusus untuk mengatasi kasus kekerasan yang diberi nama Aksi Stop Bullying. Program tersebut telah diisi dengan berbagai kegiatan seperti pembekalan terhadap siswa siswa yang nantinya menjadi pelajar agen perubahan.
“Merekalah yang kami bimbing dan latih untuk menjadi pelajar anti-bully. Mereka melakukannya dengan hal-hal positif, seperti yang mereka tampilkan pada kegiatan roots day ini,” katanya.
Aryati berharap adanya agen perubahan dari siswa tercipta lingkungan sekolah yang lebih kondusif dan jauh dari aksi-aksi kekerasan. Para agen perubahan tersebut juga diharapkan bisa mencerminkan hal-hal positif kepada siswa lain yang pada akhirnya tidak lagi berpikir untuk melakukan hal-hal negatif termasuk bullying.
