Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Cerita Irwan Leo, Pria yang Temukan Jenazah Pelajar SD Tenggelam di Kendari dengan Bantuan Drone

2
0
Tangkapan layar drone milik Irwan Leo saat menemukan korban tenggelam di Kendari. Foto: Istimewa. (25/12/2022).

Kendari – Seorang pria bernama Irwan Leo (36) warga Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, berhasil menemukan jenazah pelajar Sekolah Dasar (SD) yang tenggelam di salah satu tambak di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (25/12/2022).

Irwan Leo menemukan jasad pelajar SD inisial APK (10), warga Kelurahan Wundumbatu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, tenggelam di dasar tambak menggunakan tangkapan layar drone yang ia terbangkan.

Awalnya, Irwan sedang menghadiri arisan keluarga di Teluk Soropia, Desa Soropia, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Usai arisan, ia mengendarai mobil dan berencana mengantar keluarganya di BTN Batu Marupa, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Irwan Leo (topi putih) saat melakukan pencarian korban tenggelam menggunakan drone. Foto: Istimewa. (25/12/2022).

Dalam perjalanan atau tepatnya di Jalan Madusila, tak jauh dari Kantor DPRD Kota Kendari, Irwan melihat kerumunan warga, mobil polisi, dan mobil Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari ada di lokasi itu.

Karena penasaran, Irwan pun bertanya pada salah satu warga, ternyata di kawasan tambak itu ada pelajar tenggelam dan sedang dilakukan pencarian oleh Tim SAR gabungan. Ia pun berinisiatif membantu pencarian menggunakan drone.

Sebelum menerbangkan drone miliknya, Irwan menyempatkan waktu mengantar kedua orang tuanya yang telah kelelahan di BTN Batu Marupa, tak jauh dari lokasi korban tenggelam. Selanjutnya, ia kembali ke lokasi tambak dan mulai menerbangkan drone tersebut untuk menyisir kawasan tambak.

“Saya minta izin memang sama warga yang mencari, saya ragu awalnya jangan sampai mereka terganggu kalau saya terbangkan drone, ternyata mereka justru merespons baik,” ujar Irwan.

Sekitar 1 menit menerbangkan drone, di ketinggian 35 meter, ia melihat gambar berwarna kuning dan hitam. Saat gambar diperbesar, Irwan kaget karena gambar tersebut adalah sesosok manusia yang tak lain adalah korban APK yang sedang dicari-cari oleh Tim SAR gabungan.

“Saya langsung berteriak sampai gemetar tangan ku. Saya arahkan tim yang mencari itu supaya berenang di bawahnya drone,” bebernya.

Tim SAR gabungan pun langsung bergegas dan menyelam di lokasi itu. Walhasil, korban APK ditemukan namun kondisinya telah meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah korban langsung dievakuasi di atas perahu karet milik KPP Kendari dan diantar di rumahnya di Kelurahan Wundumbatu untuk dikebumikan.

Pantauan Kendariinfo di rumah duka, jenazah pelajar SD itu disambut tangis histeris oleh pihak keluarga. Mereka tidak menyangka, APK yang saat itu sedang berenang bersama kakak dan kerabatnya akan tewas tenggelam di tambak tersebut.

Meski korban telah meninggal dunia, pihak keluarga masih belum percaya, bahkan mereka terpantau terus-menerus mengangkat dan merundung jenazah AKP dengan harapan, korban mengeluarkan air yang tertelan dan nyawanya bisa diselamatkan.

Setelah berulang kali dilakukan namun tidak membuahkan hasil, pihak keluarga pun hanya bisa pasrah dan menerima kepergian almarhuma.

Untuk diketahui, korban APK ke tambak tersebut sekitar pukul 13.00 Wita bersama kakak dan kerabatnya. Namun sekitar pukul 13.30 Wita, ia dikabarkan tenggelam. Pihak keluarga bersama Tim SAR gabungan dari aparat kepolisian, TNI, BPBD Kota Kendari, dan masyarakat sekitar langsung melakukan pencarian. Sekitar pukul 16.44 Wita, jenazah korban berhasil ditemukan usai Irwan Leo menerbangkan drone di lokasi itu.

Gunakan Drone, Jasad Pelajar SD yang Tenggelam di Tambak Kendari Berhasil Ditemukan

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: