Curhat Dokter asal Makassar Usai Dilamar Pria Kendari, Mahar Lokasi Tambang Berujung Penipuan
Kendari – Dokter kecantikan asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Resti Muzakkir, harus menelan pahitnya kenyataan setelah menjadi korban dugaan penipuan oleh pria yang dicintainya dan sempat direncanakan sebagai pasangan hidup. Ia tak pernah menyangka, kisah cinta yang dahulu dipenuhi janji manis kini justru berubah menjadi luka yang mendalam.
Pengakuan Resti mencuat ke ruang publik setelah ia mengunggah kisah pribadinya di media sosial (medsos), Minggu (14/12/2025). Dalam unggahan itu, ia menyebut nama Moh Sabri alias Abi, pria asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai sosok yang diduga telah merenggut kepercayaan sekaligus masa depan yang sempat ia bangun dengan penuh harapan.
Resti menuturkan, selama menjalin hubungan, ia berulang kali dimintai bantuan dana dengan berbagai alasan. Mulai dari pinjaman pribadi, kebutuhan keluarga, hingga urusan notaris dan tim kerja. Dengan keyakinan dan rasa cinta, ia pun mentransfer uang dalam jumlah yang tak sedikit, bahkan mencapai ratusan juta rupiah.
“Ini jadi pelajaran hidup yang sangat mahal,” tulis Resti.
Ia mengaku pernah mentransfer Rp250 juta dalam satu kali kiriman, disusul berbagai transfer lain dengan nominal yang terus mengalir, hingga total kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Namun, luka itu makin dalam ketika Resti mencoba menagih pengembalian uang.
Alih-alih mendapat kejelasan, ia justru mengaku menerima ancaman. Klinik tempatnya bekerja disebut-sebut akan dibuat bermasalah, bahkan ditutup, jika ia terus menuntut haknya. Di titik itulah, cinta yang semula ia jaga runtuh perlahan.
Di media sosial, Resti juga membagikan potongan kenangan masa lalu, momen pertunangan mereka di Makassar bersama Abi, janji lamaran dengan mahar fantastik, impian akad di Tanah Suci Makkah, hingga bayangan masa depan yang kini hanya tersisa serpihan. Semua harapan itu, menurutnya, sirna oleh kebohongan yang akhirnya terbongkar.
“Rencana masa depan hancur oleh satu kebohongan. Berpisah adalah akhir dari drama yang tak kuinginkan,” tulisnya lirih.
Tekanan batin yang dialami membuat Resti terpuruk. Ia mengaku sempat depresi, sebelum akhirnya dikuatkan oleh rekan-rekan terdekat yang membantunya bangkit dan belajar bersabar menghadapi cobaan hidup.
Pengakuan ini pun menyebar luas dan menuai perhatian nasional. Ribuan warganet menyampaikan simpati, doa, serta dukungan moral. Tak sedikit pula yang mendorong Resti untuk menempuh jalur hukum agar kasus yang dialaminya dapat diproses secara adil.
Sementara itu, Moh Sabri alias Abi, saat dikonfirmasi Kendariinfo, mengakui pernah melamar Resti pada Selasa, 4 November 2025 di Makassar. Ia juga menyebut adanya rencana pemberian mahar berupa uang, lokasi tambang, hingga kebun sawit, meski diakuinya belum sempat direalisasikan.
“Iya, itu memang mahar. Ada semua itu,” katanya, Rabu (17/12).
Terkait dana ratusan juta yang disebut sebagai pinjaman, Abi berdalih uang tersebut digunakan untuk mengurus perusahaan milik Resti. Ia juga menyebut bahwa dalam hubungan mereka, urusan uang adalah hal yang lumrah dan saling memberi.
“Kita ini sama-sama, saya pernah kasihkan dia uang, dia juga sebaliknya. Jadi hal biasa. Saya juga pakai uangnya itu karena urus perusahaannya, saya bayar notaris, dan lain-lain,” pungkasnya.
