Dapur SPPG Polres Buton Diresmikan, Layani 3.222 Penerima Manfaat

Buton – Dalam rangka mendukung program Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045, Kepolisian Resor (Polres) Buton meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Buton, yang berlokasi di Desa Kondowa, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (13/2/2026).
Peresmian tersebut dilaksanakan serentak dengan dapur SPPG Polri lainnya di seluruh Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto secara virtual.
Dapur SPPG Polres Buton yang yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) telah melaksanakan uji coba operasional pertama sejak Oktober 2025 lalu. Meski baru diresmikan, Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndraha memastikan senantiasa mengutamakan kualitas sebelum proses penyaluran.
Ia menyampaikan sebanyak 3.222 orang tercatat sebagai penerima manfaat, yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan serta fasilitas kesehatan di wilayah hukum Polres Buton.
“SPPG Polri YKB Polres Buton telah memberikan manfaat dengan total sebanyak 3.222 orang,” ungkapnya, Jumat (13/2).
Ia menjelaskan, kehadiran dapur SPPG Polres Buton untuk mendukung program Buton Bersinar melalui sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kerja sama antara SPPG Polri dan BGN untuk mendukung program menuju Buton Bersinar. Melalui sinergi ini, Polri hadir memberikan rasa aman, membangun kesadaran hukum serta memastikan setiap kegiatan BGN berjalan lancar dan bermanfaat bagi warga,” jelasnya.
Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Buton, La Ode Muhidin Mahmud, mewakili Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, menekankan agar operasional dapur SPPG Polres Buton tetap konsisten mematuhi SOP, mulai dari persiapan bahan baku hingga penyaluran. Hal tersebut dilakukan agar insiden keracunan massal seperti yang pernah terjadi tidak terulang kembali di Kabupaten Buton.
“Dimulai dari proses persiapan, pengolahan, penyajian hingga penyaluran ke sekolah-sekolah agar tetap konsisten sesuai dengan SOP sehingga terhindar dari keracunan makanan atau KLB seperti kasus yang pernah terjadi di salah satu SPPG di Buton beberapa waktu lalu, kita harapkan hal tersebut tidak terulang,” ucap Muhidin.
Muhidin menegaskan agar kebutuhan bahan makanan diambil dari komoditas pertanian, perkebunan, peternakan, serta UMKM yang tersedia di Kabupaten Buton.





