Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Muna

Debit Mata Air Jompi Muna Terus Menyusut, Terancam Hilang Tahun 2045

0
0
Kondisi mata air Jompi di Kabupaten Muna yang debit airnya terus mengalami penurunan akibat kerusakan kawasan hutan, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.

Muna – Kawasan Hutan Lindung Jompi di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), kini menghadapi ancaman serius akibat kerusakan hutan yang cukup masif. Hutan seluas sekitar 1.927 hektare atau sekitar 4,2 persen dari total kawasan lindung di wilayah tersebut mengalami kerusakan hingga 56,1 persen, terutama pada tegakan hutan jati.

Kerusakan tersebut memicu krisis hidrologi yang berdampak pada menurunnya debit mata air Jompi yang selama ini menjadi sumber air bagi masyarakat sekitar.

Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Sangia Lestari, Hasrudin Hayat mengatakan, dampak degradasi vegetasi terlihat dari menurunnya debit mata air Jompi. Pada era 1980-an, mata air ini mampu mengalirkan air sekitar 300 liter per detik, namun pada 2017 menyusut menjadi sekitar 120 liter per detik.

Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Sangia Lestari, Hasrudin Hayat. Foto: Istimewa.

Penurunan debit air ini juga diperparah oleh tingginya sedimentasi akibat banjir kiriman yang terjadi berulang setiap musim hujan.

“Jika tren kerusakan ini dibiarkan tanpa intervensi yang radikal, para ahli memprediksi bahwa pada tahun 2045, sumber air Jompi akan hilang sepenuhnya,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Ia menjelaskan, salah satu upaya yang didorong adalah peningkatan status kawasan dari Hutan Lindung (HL) menjadi Kawasan Hutan Konservasi (HK) melalui skema Taman Wisata Alam (TWA). Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan pengelolaan kawasan.

“Langkah yang diusulkan oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Jaelani, dipandang sebagai solusi strategis untuk menarik kewenangan pengelolaan dari pemerintah provinsi ke pemerintah pusat guna pengawasan yang lebih ketat,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pemulihan Hutan Jompi tidak bisa menunggu proses birokrasi yang panjang tanpa adanya aksi nyata di lapangan.

“Tidak ada alasan lagi bagi generasi muda saat ini untuk tidak peduli lingkungan. Oleh sebab itu, kami sebagai generasi muda yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan mencanangkan kegiatan penanaman 2.000 pohon di wilayah sekitar Hutan Jompi,” ujar Hasrudin.

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat menjadi kunci dalam upaya pemulihan Hutan Jompi. Melalui edukasi kepada masyarakat sekitar hutan, diharapkan kesadaran menjaga lingkungan dapat meningkat.

Selain bertujuan untuk konservasi, upaya tersebut juga diarahkan agar masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi berkelanjutan melalui pemanfaatan jasa lingkungan secara bijak, sehingga tekanan terhadap kawasan hutan dapat berkurang.

Penulis
Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: