Depresi Berat, Seorang Pria di Buton Ditemukan Gantung Diri Pakai Sarung

Buton – Seorang pria asal Dusun Larangka, Desa Sampuabalo, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan tewas gantung diri di kamarnya, Selasa (1/2/2022) pukul 06.00 WITA.
Kakak korban, Wa Jumi yang pertama kali menemukan korban sudah tak bernyawa setelah lehernya terlilit sarung.
Wa Jumi mengatakan adiknya mengalami depresi berat sejak pulang dari Jawa Barat akibat istri keduanya selingkuh dengan laki-laki lain, dan sebelumnya juga korban sempat frustrasi atas meninggalnya istri pertama saat melahirkan di Wakatobi.
Kapolsek Sampuabalo, Iptu Herman Mota mengatakan awalnya sang kakak masih sempat memanggil korban untuk makan malam sehari sebelumnya.
“Berdasarkan keterangan dari saksi atas nama Wa Jumi menjelaskan bahwa pada malam Senin sekitar pukul 21.00 WITA, korban berada di kamarnya yang terletak di dapur rumah. Saksi memanggil korban untuk makan malam dan korban menjawab tidak mau makan,” kata Herman.
Kemudian, Wa Jumi terus menawarinya makanan biskuit tapi tetap ditolak dan dijawab dengan kasar oleh korban, hingga dibiarkan tetap berada di kamarnya.
Alangkah kagetnya Wa Jumi, saat keesokan harinya ia mengecek kembali kamar korban karena dia tak kunjung keluar dan tak ada jawaban, ternyata adiknya sudah tergantung tak bernyawa.
“Hingga pintu kamar didobrak dan melihat korban sudah tak bernyawa lagi dengan kondisi tergantung dengan sarung yang diikat di atas rangka atap dapur, dalam posisi leher terlilit sarung yang sudah disimpul sendiri oleh korban,” jelas Irwan.
Setelah kejadian tersebut, personel Polsek Sampuabalo langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.





