Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Di Hadapan Mendikdasmen, Kepala BPMP Sultra Klaim PID Telah Disalurkan ke Ribuan Sekolah

Di Hadapan Mendikdasmen, Kepala BPMP Sultra Klaim PID Telah Disalurkan ke Ribuan Sekolah
Pemanfaatan PID di SMAN 12 Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (7/1/2026).

Kendari – Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Junaiddin Pagala, mengeklaim penyaluran Papan Interaktif Digital (PID) di Sultra telah menjangkau ribuan sekolah pada 2025. Dari total 4.081 sekolah sasaran, sebanyak 3.714 sekolah atau sekitar 96 persen telah menerima PID.

Hal itu disampaikan Junaiddin di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat Rapat Koordinasi Konsolidasi Program Prioritas UPT Kemendikdasmen Provinsi Sultra di Aula Pancasila BPMP Sultra, Jumat (9/1/2026) malam.

“Hampir semua sekolah aktif jenjang SD, SMP, dan SMA di Sultra sudah mendapatkan PID. Sisanya sekitar 4 persen masih dalam proses pengiriman karena kondisi geografis wilayah kepulauan,” kata Junaiddin.

Ia menjelaskan, dari 3.714 sekolah yang telah menerima PID, sebanyak 3.614 sekolah atau sekitar 97 persen telah mendapatkan bimbingan teknis dan pendampingan bagi guru, sehingga siap memanfaatkan perangkat tersebut dalam proses pembelajaran.

“Yang belum didampingi itu karena PID-nya terlambat tiba. Insyaallah, 3.614 sekolah ini sudah siap memanfaatkan PID,” ujarnya.

Selain pendampingan terhadap pemanfaatan PID, BPMP Sultra juga mencatat telah melakukan pendampingan langsung kepada 2.783 satuan pendidikan. Sementara pendampingan lainnya dilakukan oleh pusat terhadap 247 satuan pendidikan, serta tambahan 585 satuan pendidikan melalui dukungan anggaran Direktorat SD.

“Secara umum, seluruh PID yang telah tiba sudah siap dimanfaatkan. Kendala pada sekitar 4 persen sekolah masih terkait proses instalasi dan ketersediaan jaringan internet di daerah tertentu,” jelasnya.

Baca Juga:  Website Sulit Diakses, Orang Tua Keluhkan Rumitnya Daftar PPDB Sultra 2024

Junaiddin juga melaporkan bahwa BPMP Sultra sepanjang 2025 melaksanakan delapan program prioritas Kemendikdasmen, yakni digitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, sistem penerimaan murid baru (SPMB), wajib belajar 13 tahun, penguatan pendidikan karakter, program makan bergizi gratis, asesmen pembelajaran termasuk asesmen nasional dan tes kemampuan akademik, serta penjaminan mutu pendidikan.

Khusus program digitalisasi sekolah, ia menyebut pada 2025 terdapat 348 satuan pendidikan di Sultra yang menjadi sasaran dengan total anggaran Rp328 miliar dari Kemendikdasmen, dan seluruhnya telah terealisasi 100 persen.

Sementara pada 2026, sasaran digitalisasi sekolah meningkat menjadi 1.374 satuan pendidikan atau naik hampir 400 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Junaiddin meminta dukungan Dikbud kabupaten dan kota agar segera melengkapi persyaratan administrasi sehingga program tersebut dapat segera dijalankan.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten