Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Dibekali Perlengkapan, Nakes Pengawal Jemaah Haji Sultra Siap Melayani

Dibekali Perlengkapan, Nakes Pengawal Jemaah Haji Sultra Siap Melayani
Salah satu anggota THKI Sultra untuk Kloter UPG 29, dr. Hikma Jaya saat diwawancarai awak media. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (3/5/2024).

Sulawesi Tenggara – Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah dilepas secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, Jumat (3/5/2024).

Para TKHI Sultra tersebut sebanyak 15 orang, akan mengawal calon jemaah haji tahun ini. Mereka bakal dibagi untuk setiap kloter pemberangkatan.

Sementara itu, jemaah haji Sultra akan dibagi ke dalam empat kloter pemberangkatan utuh, yakni Kloter UPG 28, 29, 31, dan 33. Sementara 1 kloter lainnya yakni Kloter UPG 35 merupakan gabungan dengan embarkasi Makassar.

Salah satu anggota TKHI Sultra untuk Kloter UPG 29, dr. Hikma Jaya, mengatakan pihaknya sudah dibekali dengan berbagai kelengkapan untuk mengawal para jemaah khususnya untuk penjagaan kondisi kesehatan mereka.

“Sebelum ke Arab Saudi, kami dari TKHI daerah tetap membawa logistik obat-obatan, kami sudah kolaborasi dengan dinas kesehatan dan embarkasi di Makassar,” katanya.

Para TKHI Sultra juga sudah dibekali dengan satu koper berisi logistik medis yang akan digunakan untuk menangani pasien yang membutuhkan pelayanan saat di embarkasi Makassar dan di pesawat menuju ke Arab.

“Kami juga ada tas khusus, di dalamnya sudah lengkap ada obat-obatan emergency. Kami juga inisiatif bawa alat-alat jangan sampai ada pasien yang sesak nafas dan lain-lain,” lanjutnya.

dr. Hikma menambahkan, berbagai kendala yang biasa dialami jemaah saat di Tanah Suci adalah dehidrasi akibat suhu ekstrem yang sangat berbeda dengan di Indonesia.

Baca Juga:  Calon Jemaah Haji asal Sultra Tahun 2023 Didominasi Wanita, Berikut Rinciannya

“Di sana itu (Arab) suhunya bisa mencapai 40 derajat celcius pasti sangat panas, sementara kita di Indonesia suhu 30 derajat celcius itu sudah panas sekali,” jelasnya.

Selain itu, ada pula kendala lain seperti kaki melepuh akibat suhu panas tadi. dr. Hikma membeberkan biasanya jemaah haji tidak bisa menemukan kembali sandalnya usai melakukan ibadah.

“Di masjid di Mekkah itu pintu masuknya banyak sekali, jadi biasanya jemaah itu masuk di pintu satu, keluarnya di pintu yang lain, sehingga sandalnya tidak ada jadi mau tidak mau jalan kaki tidak pakai sandal akhirnya kaki melepuh,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten