Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Crime

Diduga karena Kacang Jodoh, Pemuda di Wakatobi Jadi Korban Pengeroyokan

Diduga karena Kacang Jodoh, Pemuda di Wakatobi Jadi Korban Pengeroyokan
Insiden pengeroyokan yang dialami pemuda bernama La Jama (23) di Desa Sombu, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi. Foto: Istimewa. (26/2/2026).

Wakatobi – Insiden pengeroyokan oleh sejumlah warga terhadap seorang pemuda terjadi di Desa Sombu, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (26/2/2026).

Korban diketahui bernama La Jama (23), pemuda asal Kelurahan Wandoka Selatan, Kecamatan Wangiwangi. Keluarga korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Wakatobi.

Sepupu korban, Sinta, mengungkapkan kejadian tersebut diduga dipicu persoalan kacang jodoh, yang merupakan tradisi tahunan masyarakat setempat. Dalam tradisi ini para gadis menjual kacang sangrai pada malam Ramadan yang disinyalir menjadi ajang silaturahmi serta pencarian jodoh.

“Sekira pukul 00.30 Wita. Dugaan pengeroyokan gara-gara kacang jodoh,” ungkap Sinta kepada Kendariinfo.

Ia menjelaskan ketika itu korban hendak membeli kacang yang dijual oleh salah seorang wanita pada pelaksanaan tradisi Kacang Jodoh. Korban memutuskan untuk pergi karena tidak dilayani, tiba-tiba datang segerombolan orang dan melakukan pengeroyokan. Dari seluruh pelaku, diduga salah satunya merupakan pacar penjual kacang.

“Korban mau membeli kacang jodoh, tetapi penjual malah mengusir dan tidak melayani, padahal sudah membayar Rp100 ribu untuk harga kacangnya. Kemudian baru mau gas motor, datang segerombolan orang dari lorong langsung mengeroyok korban. Dugaan pelaku-pelaku itu adalah pacar dari penjual kacang jodoh bersama teman-temannya,” jelasnya.

Saat kejadian, korban tidak sendiri. Ia datang bersama seorang temannya yang kemudian ditahan warga setempat agar tidak mengalami tindakan serupa.

Baca Juga:  Polresta Kendari Selidiki Video 2 Wanita Adu Jotos yang Viral di Medsos

“Dia memang pergi berdua. Tetapi, temannya ditahan sama warga supaya tidak ikut melerai, takut terkena keroyok juga,” ujar Sinta.

Akibat insiden itu, korban mengalami banyak luka di kepala. Ia kini dirawat mandiri di kediamannya.

“Sudah divisum juga tadi,” tutupnya.

Penulis
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten