Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Dihantam Badai, 2 Nelayan asal Muna Terdampar di Pulau Tomia, Wakatobi

Dihantam Badai, 2 Nelayan asal Muna Terdampar di Pulau Tomia, Wakatobi
Anton dan David yang terdampar di Pantai Huntete, Desa Kulati, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi saat berada di Pelabuhan Tomia. Foto: Istimewa. (20/1/2026).

Wakatobi – Dua nelayan asal Desa Maginti, Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), terdampar di Pantai Huntete, Desa Kulati, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi, Minggu (18/1/2026). Kedua nelayan tersebut bernama Anton dan David.

Warga Desa Kulati, Nyong Tomia, menjelaskan bahwa pada Minggu, 4 Januari 2026, Anton dan David bertolak dari Kelurahan Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku menuju kediaman mereka di Desa Maginti. Keduanya diperkirakan tiba pada Jumat, 9 Januari 2026.

Namun, di tengah perjalanan kapal yang mereka naiki dihantam badai. Sejak saat itu, komunikasi dengan pihak luar terputus karena ponsel keduanya mati total.

Warga bergotong royong menaikkan kapal yang dibawa Anton dan David di Pantai Huntete, Desa Kulati, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi.
Warga bergotong royong menaikkan kapal yang dibawa Anton dan David di Pantai Huntete, Desa Kulati, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi. Foto: Istimewa. (19/1/2026).

“Dari cerita keduanya, mereka berangkat dari Kelurahan Saumlaki tanggal 4 Januari 2026. Rencana tiba tanggal 9 Januari 2026, tetapi cuaca buruk, kapal mereka dihantam badai hingga bocor, komunikasi terputus. Ponselnya Pak Anton jatuh di kapal dan Pak David saat itu ponselnya mati total. Jadi ponsel keduanya sama-sama mati,” tutur Nyong kepada Kendariinfo, Selasa (20/1).

Sebagai bentuk solidaritas yang terjalin di Desa Kulati, Senin (19/1), para warga bergotong royong membantu menaikkan kapal yang dibawa Anton dan David ke area atas Pantai Huntete agar kapal tersebut tidak hanyut.

“Senin kemarin, diumumkan ke seluruh warga untuk bersama-sama membantu menaikkan kapalnya ke area atas pantai. Proses penaikkannya kurang lebih tiga atau empat jam,” ujar Nyong.

Baca Juga:  Kapal Rute Buton Tengah-Baubau Terombang-Ambing Usai Mati Mesin, Tim SAR Evakuasi

Kepala Desa Kulati, La Ode Burhanuddin, saat dikonfirmasi Kendariinfo membenarkan bahwa kedua nelayan itu berasal dari Desa Maginti.

“Dua orang yang terdampar Minggu (18/1) itu nelayan dari Desa Maginti yang katanya ditugaskan sama bosnya untuk mengambil kapal (yang dikendarai Anto dan David hingga terdampar) di Kelurahan Saumlaki,” bebernya, Selasa (20/1).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Burhanuddin dari saksi mata, kapal yang dinaiki kedua nelayan tersebut tiba di tepi Pantai Huntete dalam kondisi tenggelam. Mengetahui ada dua orang di dalam kapal, perangkat desa yang berada di lokasi langsung menginformasikannya melalui grup desa untuk meminta pertolongan.

“Minggu (18/1), kebetulan ada keluarga yang ke Pantai Huntete, dilihatnya ada kapal yang langsung menuju area itu. Ada dua orang di situ, atas nama David dan Anto. Kapalnya pas tiba langsung tenggelam. Kebetulan ada perangkat desa yang lihat. Kemudian diinformasikan ke dalam grup desa untuk bantu bawakan makanan dan minuman,” jelas Burhanuddin.

Burhanuddin bersama warga Desa Kulati kemudian mengantar Anton dan David ke Pelabuhan Tomia untuk melanjutkan perjalanan menuju daerah asal. Sementara itu, kapal yang mereka naiki akan diambil setelah kondisi keduanya kembali pulih.

“Setelah tenang, barulah kapal diperbaiki dan mereka bawa pulang. Tadi pagi (20/1), bersama-sama kami antar mereka. Sekitar pukul 09.30 Wita berangkat menuju Wanci. Setelah itu, mereka naik kapal menuju Kota Baubau, lanjut ke Raha, Kabupaten Muna,” tambah Burhanuddin.

Baca Juga:  Hujan Deras Sebabkan Longsor 3 Titik di Kolaka, Jalan Tertutup dan Rumah Warga Rusak
Penulis
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten