Dihantam Ombak dan Mesin Mati, 3 Nelayan Konsel Terdampar di Runduma, Wakatobi
Wakatobi – Tiga nelayan asal Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), terdampar di Desa Runduma, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sultra. Ketiga nelayan tersebut diketahui bernama Budi, Narmin, dan Harfin.
Ketiganya bertolak dari perairan Konsel menuju Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, untuk memancing. Namun, di tengah perjalanan, ketinting yang mereka naiki dihantam ombak disertai hujan dan angin kencang. Nahas, mesin ketinting mereka pun tiba-tiba mati.
“Perjalanan kita lima hari dari Konsel. Karena ombak, hujan, dan angin sangat kencang, mesin juga mati, akhirnya kita tidak tahu sudah sampai di mana,” ungkap Budi kepada Kendariinfo, Minggu (1/2/2026).
Budi menyampaikan, ketiganya mendayung tanpa bantuan mesin selama empat hari. Persediaan bekal habis sehingga mereka memutuskan menepi ke sebuah pulau yang tidak mereka ketahui. Di sana, mereka mencari apa saja yang dapat dimakan.
“Empat hari hanyut. Kita mendayung dan terus gurah air di dalam ketinting. Singgah makan di pulau lain, cari apa saja yang bisa dimakan,” bebernya.
Budi mengalami bengkak bagian tubuh, karena berkali-kali mencoba menghidupkan kembali mesin ketinting. Sementara itu, dua nelayan lainnya mengalami sakit pada bagian pinggang.
“Beberapa bagian badan bengkak, termasuk kaki. Kakek-kakek (Narmin dan Harfin) pinggangnya makin sakit,” ujarnya.
Ketiga nelayan tersebut terdampar di Desa Runduma pada Sabtu (31/1) sore. Warga setempat berinisiatif membantu mencari kontak keluarga mereka melalui unggahan Facebook. Budi menyebutkan, mereka telah dihubungi keluarga masing-masing. Namun, ketiganya masih mengupayakan pemberangkatan dari Desa Runduma menuju daerah asal, Kabupaten Konsel.
