Diikuti 40 Peserta dari Berbagai Komunitas, Festival Film dan Foto Wakatobi 2022 Resmi Dibuka

Wakatobi – Festival Film dan Foto Wakatobi yang dihelat di Kelurahan Wandoka Selatan, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) secara resmi dibuka oleh Kadispar Wakatobi, Nadar, Senin (14/11/2022). Festival ini merupakan bagian dari rangkaian untuk memeriahkan Wakatobi WAVE 2022.
Perhelatan festival yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Sultra ini dilaksanakan di Resort Ampupu Beach dan diikuti oleh 40 peserta dari berbagai komunitas. Film dan foto yang diikutkan oleh peserta dalam festival ini bertemakan wisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Wakatobi.
Kadispar Sultra, Belli Harli Tombili menuturkan bahwa festival ini diadakan sebagai bentuk dukungan bagi para pegiat ekonomi kreatif (ekraf) Sultra.

“Wakatobi sendiri kan sudah ditetapkan sebagai kabupaten kreatif berbasis perfilman. Kemarin salah satu usul dari ekraf di sini untuk difasilitasi lagi pembuatan festival film,” tutur Belli.
Belli mengungkapkan, sudah banyak contoh-contoh promosi pariwisata melalui sebuah film. Salah satu contohnya, film Laskar Pelangi yang disutradarai oleh Mira Lesmana, yang mana dalam film tersebut secara tidak langsung telah memperkenalkan daerah Belitung kepada masyarakat luas.
“Kami ingin buat Wakatobi ini seperti Belitung. Kalau bisa orang Wakatobi sendiri yang membuat Wakatobi viral agar lebih dikenal nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, pariwisata Wakatobi dijadikan sebagai tema utama dalam festival film dan foto berdasarkan penilaian bahwa Wakatobi adalah daerah yang paling strategis.
Penganggaran Dispar Sultra pun di tahun 2022 ini diarahkan lebih besar untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Wakatobi. Kendati demikian, hal tersebut tidak membuat pemerintah provinsi menganaktirikan wisata di kabupaten lain.
Menurutnya, dengan pengembangan pariwisata Wakatobi, nantinya akan berdampak pada 15 kabupaten dan kota lainnya.
“Misalkan nanti wisatawan yang sudah selesai liburan ke Wakatobi, dia bisa ke Buton, Buton Utara, Baubau, Kendari, Kolaka, Konawe dan lainnya. Jadi konsepnya seperti itu,” jelas Belli.
Bukan tanpa alasan Wakatobi menjadi central point pengembangan wisata di Sultra. Pasalnya kebijakan Pemerintah Pusat telah menetapkan Wakatobi sebagai sepuluh destinasi wisata terbaik di Indonesia.
“Cuma masalahnya sekarang bagaimana kita bangun interkoneksi antara Wakatobi dengan kabupaten lainnya,” ujarnya.
Sementara itu Kadispar Wakatobi, Nadar menerangkan bahwa melalui festival film dan foto ini menjadi bukti jika Sultra memiliki potensi besar dalam dunia perfilman. Sebab banyak sineas-sineas dari para komunitas yang ikut berpartisipasi memamerkan hasil karya filmnya.
“Tentu ini adalah satu cita-cita besar, bahwa kita memiliki talenta komunitas film yang hari ini sudah terbukti dengan banyaknya karya-karya film yang sudah dihasilkan,” pungkas Nadar.





