Dikbud Sultra Bangun Sistem Pelaporan Bullying Berbasis Web
Kendari – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai membangun sistem pelaporan kasus bullying dan intoleransi berbasis web di seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta. Sistem ini akan menjadi basis data resmi untuk mendeteksi dan menangani siswa yang mengalami gangguan psikologis akibat kekerasan di sekolah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dikbud Sultra, Aris Badara, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka sekaligus hasil evaluasi pelaksanaan program pendidikan tahun 2025.
“Sesuai arahan Gubernur, Dikbud akan membangun sistem berbasis web yang datanya akan digunakan sebagai laporan bagi anak-anak yang mengalami fobia, intoleransi, dan alergi. Data tersebut merupakan data rinci yang akan diinput melalui BK di sekolah,” kata Aris, Rabu (11/2/2026).
Surat resmi telah dikirim ke sekolah untuk menyiapkan pengisian data tersebut. Pada 2025, Dikbud juga telah melakukan pemetaan potensi intoleransi, bullying, dan kekerasan di lingkungan sekolah.
Menurut Aris, sejumlah kasus yang sempat mencuat telah diselesaikan melalui pendekatan langsung ke siswa dan keluarga.
“Untuk beberapa peristiwa yang terjadi, kami turun langsung memberikan atensi kepada masyarakat dan orang tua siswa yang ditengarai mengalami bullying, dengan mendatangi rumah dan memberikan perhatian khusus kepada anak-anak terdampak,” ujarnya.
Selain penguatan sistem pelaporan, Dikbud Sultra juga menekankan pengawasan penggunaan telepon genggam di sekolah serta peningkatan peran guru dan wali kelas dalam mendeteksi potensi konflik sejak dini.
Di sisi lain, Pemprov Sultra tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur pendidikan meski dalam keterbatasan anggaran. Pada 2025, melalui APBD dibangun dua sekolah baru di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), yakni Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Ngapa dan SMAN 1 Pakue Utara.
“Melalui APBD diberikan bantuan dua unit sekolah baru di Kabupaten Kolaka Utara, yaitu SMAN 1 Ngapa dan SMAN 1 Pakue Utara. Kedua sekolah tersebut telah dimanfaatkan dengan baik,” jelas Aris.
Tambahan pembangunan pagar juga dilakukan di SMAN 1 Tolala, Kolut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sarana pendidikan di wilayah tersebut.
