Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Dinas Perikanan Kota Kendari Dorong Pencegahan Stunting Lewat Program Gemarikan

0
0
Ikan kembung, salah satu jenis ikan yang banyak ditangkap oleh nelayan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari. Foto: Istimewa.

Kendari – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Perikanan terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting di wilayahnya dengan cara yang sederhana namun efektif, yaitu melalui gerakan Gemarikan atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan. Program ini menjadi ujung tombak upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ikan sebagai sumber protein hewani yang bergizi tinggi dan mudah dijangkau.

Melalui Gemarikan, Dinas Perikanan ingin mengubah cara pandang masyarakat tentang ikan yang selama ini dianggap makanan biasa menjadi sumber gizi utama bagi keluarga. Kandungan protein dan asam amino pada ikan jauh lebih tinggi dibandingkan sumber protein hewani lain. Ikan juga kaya akan omega 3 yang penting bagi perkembangan otak anak, sehingga sangat tepat dijadikan menu harian terutama dalam masa tumbuh kembang.

Komitmen ini tampak nyata dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Pemberian Menu Olahan Ikan bagi keluarga berisiko stunting yang berlangsung di Kantor Camat Kecamatan Kendari pada Rabu (9/7/2025).

Kadis Kominfo Kendari, Nismawati. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (8/11/2024).

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati, mewakili Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Nismawati, disampaikan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak tetapi juga menyangkut kecerdasan dan masa depan sumber daya manusia.

“Kekurangan gizi pada seribu hari pertama kehidupan berdampak jangka panjang terhadap kemampuan belajar dan produktivitas anak di masa depan,” katanya.

Asisten II Nismawati menilai langkah Dinas Perikanan yang menjadikan ikan sebagai alat intervensi gizi merupakan bentuk inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa konsumsi ikan yang tinggi akan membantu mempercepat penurunan angka stunting karena asupan protein dan zat gizi mikro yang dibutuhkan anak dapat terpenuhi dengan baik.

Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari, Agus Salim, menjelaskan bahwa melalui Gemarikan, pihaknya berupaya memperkenalkan cara-cara sederhana untuk meningkatkan konsumsi ikan di rumah tangga. Dinas Perikanan memberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat agar mampu mengolah ikan menjadi makanan yang menarik tanpa mengurangi nilai gizinya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Kendari, Agus Salim. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo (11/10/2022).

Berbagai olahan seperti nugget ikan, bakso ikan, dan kerupuk ikan diajarkan dalam pelatihan agar ibu rumah tangga memiliki keterampilan membuat menu sehat yang disukai anak-anak.

“Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir,” jelasnya.

Agus Salim menuturkan bahwa berdasarkan data Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Genting, terdapat lebih dari seribu keluarga berisiko stunting di Kota Kendari. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 keluarga menjadi sasaran prioritas yang tersebar di kelurahan pesisir. Kepada keluarga tersebut, Dinas Perikanan menyalurkan bantuan pangan bergizi berbasis ikan secara bertahap sekaligus memberikan pelatihan pengolahan ikan agar manfaatnya berkelanjutan.

Suasana Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Pemberian Menu Olahan Ikan bagi keluarga berisiko stunting di Kecamatan Kendari. Foto: Istimewa.

Menurutnya, program Gemarikan tidak hanya sekadar mengajak masyarakat makan ikan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa ikan adalah investasi gizi jangka panjang. Dengan meningkatnya konsumsi ikan, angka stunting dapat ditekan dan kualitas generasi masa depan akan semakin baik.

Intervensi ini sejalan dengan target nasional penurunan prevalensi stunting yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan khususnya pada poin penghapusan kelaparan dan peningkatan gizi. Dinas Perikanan ingin memastikan bahwa masyarakat memahami pentingnya peran ikan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak serta menjadikan konsumsi ikan sebagai kebiasaan keluarga sehari-hari.

Agus Salim menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperluas jangkauan program Gemarikan hingga ke seluruh kecamatan. Edukasi tentang pengolahan ikan, pelatihan gizi keluarga, dan bimbingan teknis bagi kelompok pengolah ikan di wilayah locus stunting akan terus dilaksanakan sepanjang tahun. Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan semakin mandiri dalam menjaga asupan gizi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Perikanan juga berupaya agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan semua pihak.

Upaya pencegahan stunting memerlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, karena gizi yang baik tidak hanya menciptakan anak yang sehat tetapi juga membangun masa depan yang lebih kuat bagi daerah.

Gemarikan menjadi simbol semangat baru dalam membangun generasi yang sehat, kuat, dan cerdas. Melalui program ini, Dinas Perikanan Kota Kendari ingin memastikan bahwa setiap anak mendapatkan asupan gizi terbaik dari hasil laut daerah sendiri. Ikan bukan hanya pangan bergizi, tetapi juga wujud nyata kemandirian dan kepedulian masyarakat terhadap masa depan anak-anak Kota Kendari.

Dengan semangat Gemarikan, ikan diharapkan semakin digemari oleh semua kalangan, gizi keluarga semakin terpenuhi, dan angka stunting dapat terus menurun dari tahun ke tahun. Dinas Perikanan percaya bahwa dari laut yang kaya dan dapur keluarga yang penuh kreasi, lahir generasi Kendari yang sehat dan berdaya saing tinggi untuk Indonesia emas di masa depan.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: