Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Dinilai Telah Melewati Berbagai Kajian, Koordinator Bemnus Sulawesi Dukung Pemindahan IKN

Dinilai Telah Melewati Berbagai Kajian, Koordinator Bemnus Sulawesi Dukung Pemindahan IKN
Ketua BEM Unsultra (ketujuh dari kiri) bersama mahasiswa dari kampus lain dalam Kegiatan FGD. Foto: Istimewa. (11/6/2022).

Kendari – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sulawesi berbicara soal pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) pada kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) bertajuk, “Perspektif Mahasiswa Sultra Terhadap Pemindahan IKN Nusantara Guna Mendukung Stabilitas Keamanan Nasional” di gedung WTC Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Sabtu (11/6/2022).

Berbicara tentang Pemindahan IKN, Ketua BEM Unsultra sekaligus Koordinator BEM Nusantara Sulawesi, Hasir menerangkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mengkaji tentang perpindahan ibu kota yang menjadi sentral isu pada ruang nasional.

“Secara pribadi untuk sementara saya mendukung perpindahan Ibu Kota Negara, tetapi tetap dalam ruang pengkajian,” katanya. 

Suasana FGD Bem Nusantara Sulawesi.
Suasana FGD Bem Nusantara Sulawesi. Foto: Istimewa. (11/6/2022).

Hasir mengatakan, pemindahan IKN ini telah diundangkan dan tertuang dalam lampiran Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2022, serta telah melewati tahapan pengkajian sebelum penetapannya.

“Lewat kegiatan ini, kami mengharapkan agar imbas isu nasional tidak terkontaminasi ke Sultra,” imbuhnya. 

Di tempat yang sama, Adi Maliano, salah satu aktivis Sultra memaparkan, keterbukaan informasi dari pemerintah tentang pemindahan IKN tidak transparan, sedang masyarakat membutuhkan informasi jelas terkait ibu kota baru.

“Pemerintah belum terbuka dalam infomasi ke publik, akhirnya berdampak pada diskusi yang tidak berdasar di masyarakat, semestinya pemerintah memberikan informasi seluas-luasnya terkait pemindahan Ibu Kota Negara,” paparnya.

Suasana FGD Bem Nusantara Sulawesi.
Suasana FGD Bem Nusantara Sulawesi. Foto: Istimewa. (11/6/2022).

Pemindahan IKN ini, kata Adi memiliki dampak positif dan negatif, secara ekonomi tidak terlepas dari anggaran pemindahan yang memungkinkan utang negara semakin membengkak.

Baca Juga:  Prakarsai Webinar Nasional, BEM UHO Kendari Jadikan Ajang Silaturahmi Antarkampus

“Solusinya pemindahan IKN tetap di awasi penggunaan dana pembangunannya, tidak memakai dana luar negeri tapi dana investasi agar utang negara tidak membengkak. Karena berbicara investasi kita bicara bisnis sekalipun tenaga kerja luar masuk akan tetapi tidak separah ketika aset negara diambil alih,” katanya saat menjawab pertanyaan mahasiswa pada kegiatan ini.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Studi Kependudukan dan Pengembangan Wilayah Universitas Halu Oleo (LPPM UHO), Irfan Ido menjelaskan, dari sudut pandang akademisi pemindahan IKN ini telah melewati tahapan kajian secara akademisi, baik secara kajian ekonomi, lingkungan, positif negatifnya pemindahan IKN.

“Konsep IKN ini secara akademik sudah direncanakan dan telah dikaji secara baik. Secara geografis luas wilayah IKN ini lebih luas dari IKN sekarang (Jakarta). Saya secara pribadi percaya soal IKN ini telah melalui tahapan pengkajian dari sisi akademisi,” ujarnya dalam forum yang sama.

Pembangunan IKN ini, lanjutnya, mesti mendapat pengawalan oleh mahasiswa sesuai dengan tupoksinya sebagai agen perubahan dan salah satu pembanding berfikir pemerintah. 

“Kalimantan pusat batu bara dan minyak bumi secara perekonomian ini menopang ekonomi negara. Secara ekonomi dapat membuat struktur perekonomian baru ketika IKN dipindahkan,” terang Irfan.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten