Dinkes Catat Vaksinasi di Kendari Capai 167.609 Orang
Kendari – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari mencatat sebanyak 167.609 masyarakat Kota Kendari telah menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Hal itu berdasarkan data pada Senin (1/11/2021) kemarin.
Kepala Dinkes Kota Kendari, Rahminingrum menyebut vaksinasi telah mencapai 63,21 persen dari total sasaran 265.147 orang.
Sementara untuk dosis kedua, dia mengaku baru mencapai 42,19 persen atau setara dengan 111.864 orang, sedangkan dosis ketiga bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kota Kendari telah mencapai 57,99 persen dari total sasaran 4.151 orang.
Kemudian, untuk vaksinasi dengan sasaran lansia, dinilai masih cukup rendah untuk dilaksanakan, hingga kini baru 9.703 orang atau 56,94 persen lansia di Kota Kendari melaksanakan vaksinasi dosis pertama dari keseluruhan yang disasar 17.040.
“Artinya, masih ada kurang lebih 40 persen lansia belum menjalani vaksinasi Covid-19,” kata Rahminingrum kepada Kendariinfo.
Untuk mempercepat vaksinasi terhadap lansia, pihaknya kini menjalankan program vaksinasi massal bagi lansia yang telah dibuka, sejak 1 hingga 6 November mendatang, di pelataran Kantor Dinas Kesehatan Kota Kendari.
“Kami sarankan bagi masyarakat yang masih memiliki lansia agar sebaiknya dibawa ke Dinas Kesehatan untuk divaksin,” imbaunya.
Sementara itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mencapai target herd immunity minimal 70 persen capaian vaksinasi.
“Ya, saat ini kita tengah berusaha untuk mencapai target 70%, karena kemarin waktu 60% masyarakat antusias untuk vaksinasi, bahkan kita dikejar untuk bisa ikut. Sekarang setelah 60 persen, progresnya tidak secepat sebelumnya. Saat ini kita akan berhadapan dengan masyarakat yang ragu, bahkan yang anti terhadap vaksin,” ungkapnya.
Selanjutnya, Sulkarnain menjelaskan, vaksinasi lansia di Kota Kendari masih cukup rendah, dan hal itu terjadi bukan hanya di Kota Kendari.
“Kelompok lansia ini menjadi tantangan hampir seluruh Indonesia, saya bertemu dengan beberapa kepala daerah juga menyatakan hal yang sama. Untuk lansia itu memang butuh penanganan khusus dan butuh upaya untuk meyakinkan mereka,” pungkasnya.
