Direktur RSUD Bahteramas Kendari Bantah Dugaan Pelayanan Buruk hingga Pasien Meninggal
Kendari – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Kendari, Hasmudin, membantah tuduhan pelayanan buruk dari keluarga pasien atas meninggalnya pria bernama Uttang. Tuduhan tersebut ramai di media sosial setelah keluarga pasien mengamuk dalam ruang perawatan, karena menilai pelayanan RSUD Bahteramas buruk.
Meski menyampaikan bantahan atas tuduhan tersebut, Hasmudin baru akan memeriksa dokter dan perawat yang menangani pasien, Selasa (8/10/2024) besok. Jika terdapat kelalaian, Hasmudin akan memberi sanksi tegas kepada dokter dan perawat.
“Kalau memang dokternya salah atau perawat, saya harus berikan punishment (hukuman),” katanya, Senin (7/10).
Hasmudin menyebut baru menerima informasi tertulis dari perawat atas meninggalnya pasien bernama Uttang. Dari informasi tertulis tersebut, dia membantah tudingan bahwa dokter yang menangani pasien tidak pernah menemui pasien. Menurut Hasmudin, proses pelayanan yang diberikan dokter dan perawat terhadap pasien sudah sesuai standard operating procedure (SOP).
“Kalau misalkan ada tuduhan tidak pernah dilihat oleh dokter, saya kira itu tidak benar juga. Sudah ditangani, sudah diterapi, dan sudah dijelaskan penyakitnya,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, pasien tersebut pertama kali masuk ke IGD RSUD Bahteramas dengan keluhan nyeri dada dan infeksi paru-paru, Rabu (2/10). Saat itu, pasien mendapatkan pelayanan dari perawat, termasuk menjalani terapi di ruang isolasi. Pada Kamis (3/10), dokter yang menangani pasien berencana mengecek kesehatan Uttang. Namun waktu itu dokter berhalangan, karena ada tamu rumah sakit dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Dokter yang tangani ini menemani tamu dari Kementerian Kesehatan ini meninjau ruangan-ruangan isolasi. Namun sudah diinstruksikan kepada perawat bahwa obatnya pasien ini tetap dilanjutkan sesuai hasil terapi,” jelasnya.
Pada Jumat (4/10), dokter bertemu pasien dan keluarganya. Saat itu, dokter menjelaskan penyakit pasien, penanganannya, dan obat-obatan untuk pasien.
“Pasien ini juga sudah dikonsul juga ke bagian anestesia, karena mengeluh nyeri dada. Bagian anestesia yang memberikan konsul sudah datang dan memberikan terapi juga,” tambahnya.
Ketika korban meninggal dunia pada Senin (7/10) pagi, Hasmudin mengakui bahwa dokter yang menangani pasien tidak ada di ruang perawatan. Hanya saja, semua SOP sudah dilakukan dan dipantau langsung perawat.
Viral Warga Mengamuk di RSUD Bahteramas Kendari, Diduga Pelayanan Buruk hingga Pasien Meninggal
