Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Diselimuti Kabut Asap, Dinkes Catat Kenaikan Kasus ISPA di Kendari Walau Tidak Signifikan

0
0
Tugu Eks MTQ Kendari yang terlihat berkabut akibat kabut asap. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (14/10/2026).

Kendari – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) tercatat mengalami kenaikan di tengah kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, kenaikan kasus tersebut dinilai belum signifikan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Ellfi, mengatakan jumlah kasus ISPA pada minggu ke-40 tahun 2026 mencapai 901 kasus. Angka tersebut meningkat dibandingkan minggu ke-39 yang tercatat sebanyak 826 kasus. Ellfi bilang bahwa kasus ISPA dicacat berdasarkan minggu, sehingga dihitung sejak minggu pertama Januari hingga Oktober 2026.

“Kalau kenaikan ada, tetapi tidak signifikan. Kalau minggu ke-39 kemarin jumlah kasus ISPA yang kita catat sebanyak 826 kasus. Nah, di minggu ini atau minggu ke-40 kita mencatat sebanyak 901 kasus,” kata Ellfi kepada Kendariinfo, Rabu (14/10/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan dan penurunan kasus ISPA terjadi secara bergantian dalam beberapa minggu terakhir. Berdasarkan catatan Dinkes Kendari, peningkatan tersebut belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

“Kalau kita melihat data minggu-minggu sebelumnya, kenaikan ini tidak terjadi secara signifikan. Kadang menurun, kadang meningkat, tetapi tidak sampai lonjakannya melebihi 50 persen atau 100 persen,” jelasnya.

Secara kumulatif, Dinkes Kendari mencatat 25.581 kasus ISPA hingga minggu ke-40 tahun 2026. Ellfi menegaskan, angka tersebut merupakan jumlah kasus, bukan jumlah orang yang terjangkit ISPA.

Artinya, seseorang yang mengalami ISPA lebih dari satu kali dalam periode berbeda dapat tercatat sebagai beberapa kasus dalam laporan kesehatan.

Ellfi menyebut ISPA dapat menyerang semua kelompok umur. Namun, balita menjadi kelompok yang paling mendapat perhatian, terutama jika mengalami ISPA dengan kategori pneumonia.

“Kalau yang terpapar ini semua umur. Tetapi yang paling kita khawatirkan kalau terkena pada anak-anak usia balita, apalagi kalau ISPA yang didapatkan itu kategori pneumonia,” ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan seluruh kasus ISPA yang ditangani fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Kendari, baik puskesmas maupun rumah sakit, telah mendapatkan penanganan.

Menurutnya, pasien yang tercatat dalam laporan tersebut telah menjalani perawatan dan dapat kembali sehat sesuai dengan kondisi yang diharapkan.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: