Diterjang Banjir dan Tanah Longsor, #PrayForManado Menggema di Twitter

Manado – Banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menggema di media sosial. Di Twitter, #PrayForManado menjadi trending topik dengan 173 ribu tweet, Minggu (17/1/2021).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut banjir dan tanah longsor di wilayah itu diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi serta struktur tanah yang labil.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan ketinggian air yang melanda Kota Manado mencapai tiga meter.
“Tinggi muka air sekitar 50 sampai 300 sentimeter,” katanya.
Sejumlah kecamatan terdampak adalah Kecamatan Tikala, Kecamatan Paal Dua, Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario, Kecamatan Bunaken, Kecamatan Tuminting, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Singkil dan Kecamatan Wenang.
Akibat musibah ini, lima orang dilaporkan meninggal dunia, satu orang masih dalam pencarian, dan 500 jiwa terpaksa mengungsi.
“Peristiwa ini menyebabkan lima orang meninggal dunia, satu orang hilang masih dalam pencarian serta 500 jiwa mengungsi yang masih dalam proses pendataan. Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan kerugian materi yakni dua unit rumah rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang,” ungkapnya.
Selain itu, cuaca buruk juga terpantau di Perairan Teluk Manado. Air laut setinggi empat meter mengakibatkan banjir di sekitar Mal Manado Town Square. Gelombang tersebut diakibatkan cuaca ekstrem yang melanda Kota Manado sejak beberapa hari terakhir.
Hingga saat ini, gelombang tinggi masih terjadi di sepanjang Teluk Manado. Aparat TNI/Polri yang berjaga di lokasi terus mengimbau warga agar menjauhi kawasan pantai.
Laporan: Risman





