Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Baubau

Dokter asal Baubau Lolos Jadi Wakil Sultra untuk SSEAYP 2027 di Jepang

0
0
La Ode Naufal Arrouf Syahnasti, dokter asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terpilih menjadi wakil Sultra dalam Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2027. Foto: Istimewa.

Baubau – Dokter asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Naufal Arrouf Syahnasti, terpilih menjadi wakil Sultra dalam Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2027 setelah tiga kali mencoba mengikuti seleksi.

Pria berusia 26 tahun itu sebelumnya mengikuti seleksi program pertukaran pemuda untuk Australia pada 2024. Saat itu, Naufal berhasil menjadi runner up dan masuk 10 besar, tetapi belum terpilih sebagai delegasi.

Pada 2025, Naufal kembali mengikuti seleksi internal di Kota Baubau. Namun, ia tidak dapat melanjutkan proses tersebut karena harus menjalani dinas wajib sebagai dokter internship di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI).

Naufal kembali mencoba pada 2026. Kesempatan ketiga itu akhirnya membawanya menjadi wakil Sultra dalam SSEAYP 2027.

“Sebenarnya, SSEAYP sudah menjadi mimpi saya sejak SMP. Saat SMP, saya pernah melihat di Facebook ada seseorang yang memposting tentang program SSEAYP dan PPAN. Secara spesifik, saat itu saya sangat tertarik dengan SSEAYP,” kata Naufal kepada Kendariinfo, Jumat (25/9/2026).

SSEAYP merupakan program pertukaran pemuda yang diselenggarakan Pemerintah Jepang bersama negara-negara ASEAN. Program tersebut bertujuan membangun persahabatan, saling pengertian, serta kerja sama antara pemuda Jepang dan negara-negara ASEAN.

Pada seleksi 2026, mekanisme pemilihan di Sultra berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut Naufal, sempat beredar informasi bahwa program tersebut tidak dilaksanakan sebelum kembali dibuka menjelang akhir tahun.

Karena waktu persiapan yang terbatas, Sultra tidak sempat melakukan seleksi dari tahap awal. Pemilihan kemudian menggunakan kandidat Top 3 dari tiga tahun terakhir, yakni 2023, 2024, dan 2025.

Naufal menjadi salah satu kandidat yang dipanggil karena pernah masuk Top 3 pada seleksi 2024. Ia kemudian mengikuti seleksi internal tingkat Sultra bersama kandidat lainnya.

Proses tersebut meliputi wawancara bersama alumni SSEAYP dan program kepemudaan lainnya, termasuk anggota Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI) Sultra.

Naufal kemudian masuk Top 3 Sultra. Ketiga kandidat kembali menjalani proses administrasi untuk seleksi nasional dengan menyiapkan berbagai dokumen, termasuk esai dan curriculum vitae.

Menurut Naufal, persiapan seleksi nasional menjadi bagian paling menantang karena harus membagi waktu dengan pekerjaannya sebagai dokter umum di salah satu rumah sakit swasta di Indonesia.

Ia bahkan beberapa kali menyelesaikan esai hingga sekitar pukul 04.00 Wita sebelum kembali bekerja di rumah sakit pada pagi harinya.

“Jadi, bagi saya, proses tersebut cukup menantang karena saya harus membagi waktu antara pekerjaan sebagai dokter dan persiapan seleksi nasional,” ujarnya.

Sebelum terpilih dalam SSEAYP 2027, Naufal memiliki sejumlah pengalaman di bidang kepemudaan, kesehatan, debat, kebudayaan, dan kegiatan internasional.

Ia pernah aktif dalam Asian Medical Students’ Association (AMSA) Indonesia dan AMSA International. Naufal juga pernah menjadi AMSA International Group Leader dalam Global Health Training 1 – Global Health 101 pada 2021.

Selain itu, ia terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan edukasi kesehatan, termasuk mengenai kesehatan reproduksi remaja dan HIV/AIDS. Ia juga pernah terlibat dalam pengembangan masyarakat bersama puskesmas dan sekolah di Kota Baubau.

Di bidang debat, Naufal pernah menjadi peserta sekaligus pelatih debat bahasa Inggris dan membawa nama perguruan tingginya hingga babak perempat final National University Debating Championship (NUDC) tingkat nasional.

Ia juga pernah menjadi Putra Bahteramas Sultra 2016 dan mewakili Sultra dalam Kejuaraan Karate Tingkat Nasional Kapolri Cup Sultra 2017.

Pengalaman internasional Naufal juga tercatat ketika dirinya terpilih menjadi perwakilan Indonesia dalam European-Asian Medical Students Exchange Program (EAMSEP) pada 2021.

Saat itu, ia seharusnya mengikuti program di Ukraina melalui kerja sama dengan European Medical Students Association (EMSA). Namun, pandemi COVID-19 membuat kegiatan tersebut dialihkan secara daring.

Meski tidak berangkat ke Ukraina, Naufal tetap mengikuti pertukaran pengetahuan, diskusi, dan pertukaran budaya bersama peserta dari berbagai negara.

“Bagi saya, pengalaman tersebut sangat berarti karena untuk pertama kalinya saya benar-benar merasakan bagaimana bisa membawa nama Indonesia dalam sebuah program internasional dan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang,” katanya.

Menjelang keberangkatannya dalam SSEAYP 2027, Naufal kini mempersiapkan sejumlah kebutuhan, mulai dari administrasi, kondisi fisik, hingga kesiapan mental.

Ia juga mulai menyiapkan gagasan atau advokasi yang ingin dibawa dalam forum internasional tersebut dan diterapkan kembali di Sultra setelah program selesai.

Sebagai putra Baubau dengan latar keluarga Muna dan Buton, Naufal ingin memperkenalkan Sultra melalui kekayaan budaya dan nilai-nilai yang hidup di masyarakat, bukan hanya pariwisatanya.

Ia ingin membawa cerita tentang tarian, nyanyian, tradisi, hingga filosofi masyarakat Sultra kepada peserta dari negara lain.

“Saya ingin menunjukkan bahwa masyarakat Sulawesi Tenggara memiliki kemampuan untuk beradaptasi di mana saja, seperti filosofi yang saya pegang: bagaimana kita bisa tumbuh dan tetap membawa identitas kita di mana pun kita berada,” tuturnya.

Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: