Dosen asal Kendari Diduga Tabrak Pedagang Sayur di Jogja hingga Tewas, Tak Beriktikad Baik

Kendari – Kasus dugaan tabrak lari di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menewaskan seorang pedagang sayur viral di media sosial. Pelaku dalam peristiwa ini disebut-sebut merupakan oknum dosen asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang saat ini sedang menempuh studi S3 Jurusan Matematika dengan beasiswa LPDP di salah satu kampus di DIY.
Utas yang beredar luas di Threads memicu kemarahan publik karena dugaan tidak adanya iktikad baik dari terduga pelaku. Dalam utas yang diunggah akun @gayuhasmara, kronologi kejadian disebut terjadi pada Sabtu (12/7/2025) lalu.
Korban yang sehari-hari berjualan sayur mengalami kecelakaan dan sempat koma selama sepekan di ruang ICU sebelum akhirnya meninggal dunia. Selama korban dirawat, terduga pelaku disebut beberapa kali mendatangi keluarga korban, namun dinilai tidak menunjukkan empati atas kondisi yang dialami korban.
“Penabrak datang menanyakan apakah korban memakai BPJS, lalu memaksa sahabat saya untuk memaafkan karena dia ingin tenang,” tulis Gayuh dalam utas yang dilihat Kendariinfo, Selasa (20/1/2026).
Ia mengatakan sikap seperti itu disebut terus berulang, bahkan saat suasana duka dan prosesi takziah berlangsung. Gayuh juga mengungkap bahwa keluarga korban sempat diminta menyelesaikan masalah secara damai tanpa kompensasi.
Saat mediasi, pelaku disebut menolak bertanggung jawab dengan alasan korban telah ditanggung BPJS dan menerima santunan Jasa Raharja. Padahal, korban merupakan tulang punggung keluarga dengan seorang anak berusia 4 tahun. Merasa tidak mendapat keadilan, keluarga korban akhirnya mencari bantuan hukum.
Sementara, istri korban inisial D membenarkan bahwa yang disampaikan dalam Threads viral tersebut merupakan kisahnya. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Monjali, Kelurahan Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.
“Iya itu cerita keluarga saya. Akun Threads itu sahabat saya yang menceritakan,” kata D saat dihubungi Kendariinfo, Selasa (20/1).
Namun, D masih belum mau mengungkap lebih jauh terkait peristiwa tersebut. Ia mengatakan kasus itu awalnya ditangani oleh mertuanya, kemudian ia ambil alih untuk diproses hukum.
“Awalnya kasus itu yang tangani mertua saya, sekarang saya sudah ambil alih. Sudah ada pengacara. Kasusnya sedang berproses di Polresta Sleman,” tutupnya.





