Driver Ojol di Kendari Diduga Dianiaya saat Ambil Penumpang di Pelabuhan
Kendari – Seorang driver ojek online (ojol) bernama Asri diduga menjadi korban penganiayaan saat hendak menjemput penumpang di kawasan Pelabuhan Kendari – Wawonii, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (22/6/2026), sekitar pukul 15.30 Wita.
Berdasarkan keterangan saksi, Faros mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat korban datang ke pelabuhan untuk mengambil penumpang sesuai pesanan aplikasi.
Sebelum memasuki area pelabuhan, korban terlebih dahulu memastikan bahwa pengemudi ojol diperbolehkan mengambil penumpang di dalam kawasan tersebut dengan menanyakan langsung kepada petugas di pintu palang. Setelah mendapat kepastian, ia kemudian masuk untuk menjemput orderannya.
“Sebelum dia masuk di dalam pelabuhan, Om Asri ini sudah dia tanya di pintu palang sebelumnya, boleh dia masuk apa tidak. Karena diizinkan masuk makanya dia masuk ke dalam dan dia juga sempat membayar biaya masuk,” ujarnya kepada Kendariinfo di Polresta Kendari.
Faros mengatakan, saat korban sedang membawa barang milik penumpangnya, korban tiba-tiba diduga dipukul dari arah belakang menggunakan balok sebanyak dua kali oleh seseorang yang tidak dikenalnya.
“Langsung dipukul mi di situ, pas kasih naiknya (barang penumpang di motor). Dipukul dua kali, di helmnya sama di punggungnya. Pas mau dipukul ketiga kalinya langsung dia gas motornya,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut. Saat ini, Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari juga telah berada di tempat kejadian perkara (TKP).
“Korban itu salah satu ojek online yang di mana dia dipukuli bagian belakang dan punggung belakang. Saat ini laporan kami terima dan saat ini sih korban telah kami laksanakan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari,” tuturnya.
Menurutnya, insiden tersebut diduga dipicu oleh perselisihan antara pengemudi ojol dan ojek konvensional terkait aktivitas pengambilan penumpang di sekitar kawasan Pelabuhan Kendari – Wawonii.
Atas kejadian itu, pihaknya menegaskan akan menindaklanjuti kasus tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ia juga mengungkapkan bahwa insiden serupa terjadi sebanyak dua kali dalam satu hari sehingga perlu mendapat perhatian serius dari aparat dan pihak terkait.
“Hari ini dua kali kejadian. Mudah-mudahan semuanya terbuka lebar dan kita akan proses hukum sesuai prosedur dan hukum yang berlaku,” tegasnya.
