Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Ekspor Sultra Tembus US$342 Juta pada Agustus 2026, Besi dan Baja Mendominasi

0
0
Ilustrasi ekspor besi dan baja. Foto: AI/ChatGPT.

Kendari – Nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai US$342,86 juta atau sekitar Rp6,14 triliun (kurs saat ini) per Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 23,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar US$278,46 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Hadi Susanto, mengungkapkan capaian tersebut dalam rilis resmi BPS Sultra, Kamis (1/10/2026). Meski nilai ekspor meningkat, pertumbuhan volume pengiriman komoditas dari Sultra relatif kecil.

BPS mencatat volume ekspor Sultra pada Agustus 2026 mencapai 206,98 ribu ton atau hanya naik 0,36 persen dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 206,23 ribu ton.

“Berdasarkan jenis pengirimannya, ekspor langsung Sultra pada Agustus 2026 tercatat sebesar US$282,73 juta. Nilai tersebut meningkat 9,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$259,35 juta,” kata Hadi dalam keterangan resminya.

Namun, peningkatan nilai tersebut tidak diikuti kenaikan volume ekspor langsung. BPS mencatat volume ekspor langsung Sultra justru turun 6,39 persen, dari 197,94 ribu ton pada Agustus 2025 menjadi 185,28 ribu ton pada Agustus 2026.

Komoditas besi dan baja masih menjadi penopang utama ekspor Sultra. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, nilai ekspor komoditas tersebut mencapai US$2.368,79 juta. Jumlah itu jauh melampaui komoditas ikan dan udang yang berada di urutan kedua dengan nilai US$25,99 juta, serta daging dan ikan olahan sebesar US$7,38 juta.

Bahkan, besi dan baja menjadi komoditas yang mencatat peningkatan nilai ekspor terbesar pada Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. BPS mencatat kenaikannya mencapai US$63,38 juta atau 23,39 persen.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok menjadi pasar utama ekspor Sultra selama Januari hingga Agustus 2026, disusul India, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Puerto Rico. Kelima negara tersebut menyerap 99,71 persen dari total ekspor Sultra pada periode tersebut.

Tiongkok juga mencatat peningkatan nilai ekspor terbesar di antara negara tujuan utama. Nilai ekspor Sultra ke negara tersebut naik US$74,53 juta atau 28,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Besi dan baja menjadi komoditas utama yang dikirim ke negara tersebut.

Berdasarkan sektor, industri pengolahan mendominasi ekspor Sultra sepanjang Januari hingga Agustus 2026 dengan nilai US$2.654,03 juta atau 99,82 persen dari total ekspor. Sementara itu, sektor pertanian menyumbang US$4,68 juta atau 0,18 persen.

Pada Agustus 2026, nilai ekspor sektor industri pengolahan meningkat 23,29 persen dibandingkan Agustus 2025. Adapun sektor pertanian juga mengalami kenaikan sebesar 18,93 persen.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: