Fenomena Lightning Terlihat dari Perbatasan Kendari – Konsel, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Kendari – Fenomena lightning awan cumulonimbus (Cb) terlihat dari wilayah gerbang perbatasan Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Fenomena itu terekam kamera Kendariinfo pada Sabtu (14/3/2026) pukul 00.10 Wita.
Dari rekaman tersebut, tampak begitu jelas kilatan cahaya yang membias pada tebaran awan disertai guratan petir di langit malam.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menjelaskan bahwa fenomena lighting merupakan kilatan listrik alami yang terjadi akibat pelepasan listrik dari awan cumulonimbus menuju tanah, angkasa, hingga antarawan.
“Lighting adalah fenomena cuaca akibat pelepasan muatan listrik dari awan cumulonimbus yang pelepasan muatan listriknya bisa ke tanah, angkasa, dan antarawan,” jelasnya kepada Kendariinfo, Sabtu (14/3).
Ia menyampaikan fenomena alam tersebut telah terdeteksi secara masif pada Jumat (13/3) pukul 23.30 Wita, hingga Sabtu (14/3) pukul 13.30 Wita. Titik lokasinya bermula di perairan timur Kendari.
“Berdasarkan pantauan radar cuaca kami menunjukkan bahwa pembentukan awan cumulonimbus secara masif tadi malam sejak pukul 23.30 Wita sampai 13.30 Wita di mana lokasi awalnya berada di perairan timur Kendari,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan fenomena yang terlihat jelas pada malam hari itu sering terjadi saat musim hujan dan musim peralihan (pancaroba).
“Musim hujan dan peralihan akan sering kita jumpai fenomena lightning tersebut dan memang kilatan ini terlihat jelas pada malam hari,” pungkasnya.
Awan cumulonimbus tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai guntur dan angin kencang di wilayah sekitar terbentuknya awan. Namun, karena posisinya jauh dari daratan Kota Kendari, fenomena yang terlihat dari wilayah tersebut hanya berupa kilatan cahaya di langit.
“Fenomena itu merupakan pertanda telah terbentuknya awan cumulonimbus yang berpotensi hujan sedang sampai lebat yang dapat disertai guntur dan angin kencang di wilayah sekitar terbentuknya awan cumulonimbus tersebut. Karena posisinya jauh dari Kendari, jadi hanya terlihat kilatannya saja,” jelas Faizal.





