Genap Setahun, Kilas Balik Perjalanan Siska-Sudirman Menuju Pucuk Kepemimpinan Kota Kendari
Kendari – Perjalanan politik Siska Karina Imran dan Sudirman menuju pucuk kepemimpinan Kota Kendari bukanlah cerita yang lahir dalam sekejap. Ia melalui tahapan panjang, penuh dinamika dan tekanan, sejak proses penjajakan hingga penetapan hasil Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Kendari 2024.
Pada fase awal, keduanya harus melewati tarik-ulur dukungan partai politik yang berlangsung alot. Lobi intens dilakukan, komunikasi lintas elite dirawat, hingga konsolidasi di tingkat akar rumput terus diperkuat. Suhu politik sempat memanas, namun Siska-Sudirman tetap fokus membangun koalisi dan memperkuat fondasi perjuangan.
Setelah dukungan resmi dikantongi, deklarasi digelar dan tim pemenangan dibentuk hingga tingkat kelurahan. Antusiasme relawan menjadi energi baru. Kampanye dijalankan dengan pendekatan dialogis, menyapa warga, mendengar aspirasi, serta menawarkan visi “Terwujudnya Kota Kendari Tahun 2029 sebagai kota layak huni yang makin maju, berdaya saing, adil, sejahtera, dan berkelanjutan.”
Kontestasi berlangsung ketat. Debat publik menjadi arena adu gagasan. Ketika hasil penghitungan suara menunjukkan kemenangan, ujian belum sepenuhnya berakhir. Sengketa hasil pemilihan bergulir ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sidang demi sidang dijalani hingga akhirnya putusan Mahkamah menguatkan hasil yang telah ditetapkan, menegaskan kemenangan secara konstitusional.
Pada 20 Februari 2025, Siska-Sudirman resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Momen itu menjadi titik akhir perjuangan politik sekaligus awal tanggung jawab besar memimpin ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Genap setahun memimpin, Siska menegaskan fokus pemerintahannya adalah merealisasikan visi dan misi yang telah dijanjikan kepada masyarakat.
“Perjuangan panjang yang kami lalui bukan untuk berhenti pada kemenangan. Komitmen kami adalah memastikan visi dan misi yang kami tawarkan benar-benar terwujud dalam program dan kebijakan nyata bagi masyarakat Kota Kendari,” ujar Siska, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, tahun pertama menjadi fondasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan layanan publik, serta mendorong pembangunan yang adil dan berkelanjutan. Perjalanan panjang itu kini menjadi pengingat bahwa mandat rakyat harus dijawab dengan kerja konkret dan konsisten.
