Gubernur Sultra Tegaskan Tak Ada Lagi Kepala Sekolah Titipan, Bakal Diseleksi Langsung
Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, menegaskan pengisian jabatan kepala sekolah di lingkup pemerintah provinsi akan dilakukan tanpa praktik titipan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari penerapan sistem meritokrasi dalam penempatan jabatan strategis.
Ia menyampaikan, setelah proses seleksi jabatan eselon dilakukan, pemerintah provinsi juga akan menyeleksi para kepala sekolah dengan prinsip yang sama. Bahkan, ia menegaskan akan ikut andil secara langsung dalam proses penilaian tersebut.
“Setelah seleksi eselon, kami juga akan memimpin seleksi kepala sekolah. Tidak ada lagi kepala sekolah titipan. Bahkan kalau jumlahnya sampai 1.000 orang pun, saya akan seleksi sendiri,” katanya, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, sistem meritokrasi memberi peluang kepada individu yang memiliki prestasi dengan mengedepankan dua faktor utama, yakni kemauan dan kemampuan. Kedua unsur tersebut dinilai harus berjalan seiring agar organisasi dapat bekerja secara sehat.
Ia menjelaskan, seseorang yang hanya memiliki kemauan tanpa kemampuan berpotensi menimbulkan dinamika negatif di lingkungan kerja. Sebaliknya, individu yang memiliki kemampuan namun tidak memiliki kemauan juga tidak akan memberikan kontribusi maksimal.
Selain itu, ia menyinggung kondisi di mana orang yang sebenarnya memiliki kemampuan kerap tidak terlihat karena merasa tidak diberdayakan atau tidak memiliki akses dalam proses penempatan jabatan. Penerapan meritokrasi, kata dia, ditujukan untuk mempertemukan kemampuan dan kemauan tersebut.
“Kalau punya kemauan dan kemampuan, siapa pun pemimpin pasti akan menggunakan dia karena memang memenuhi syarat,” tegasnya.
