Guru SDN 84 Kendari Dituding Pungli Biaya Les Privat, Ini Respons Dikbud

Kendari – Guru SDN 84 Kendari yang juga wali kelas VI B, Sukirman dituding melakukan melakukan pungutan liar (pungli) lewat les privat matematika dengan mematok biaya Rp25 ribu. Isu itu mencuat setelah salah satu orang tua siswa tidak terima dengan tarif yang dipatok tersebut.
Namun, Sukirman membantah tudingan pungli dengan mematok nominal. Ia menegaskan les tersebut dilakukan atas permintaan orang tua murid dan sifatnya sukarela. Meski ada tudingan itu, Sukirman mengaku tak marah dan ambil hati. Menurutnya, yang terpenting para siswa mau belajar.
“Awalnya hanya lima orang yang minta diajar tambahan. Lama-lama yang lain ikut karena ingin belajar juga. Soal pembayaran, saya tidak tentukan, terserah orang tuanya,” kata Sukirman saat dikonfirmasi Kendariinfo, Minggu (19/10/2025).
Bahkan, ia menjelaskan tak semua siswa membayar. Beberapa bahkan tidak memberikan apa pun. “Tidak ada paksaan. Ada yang kasih Rp10 ribu, ada Rp20 ribu, ada juga tidak sama sekali. Ini saya lakukan karena ingin anak-anak paham matematika,” jelasnya.
Sukirman mengaku sudah lebih dari 20 tahun mengajar dan sejak tahun 2008 rutin mengadakan les tambahan untuk membantu siswa yang kesulitan memahami pelajaran matematika.
“Di kelas saya itu ada 36 siswa. Tetapi yang mau ikut hanya sekitar 20-an anak saja. Ada juga yang tidak mau, tidak apa-apa, tidak boleh dipaksa. Jadi orang tua sebenarnya yang ingin ikutkan les, karena anak-anak mereka banyak yang belum hafal perkalian cara pembagian, dan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kendari, Machlil Rusmin menyebut telah mempertemukan guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa untuk klarifikasi, Jumat (17/10).
“Hasil pertemuan menunjukkan bahwa justru orang tua yang menginginkan adanya les di sekolah. Alasannya supaya lebih praktis dan anak bisa belajar tambahan tanpa harus dijemput dua kali,” ujarnya.
Ia menegaskan, guru tidak mematok biaya dan pembayaran dilakukan seikhlasnya. “Sudah dikonfirmasi ke semua orang tua, mereka sepakat tetap lanjut karena siswa butuh tambahan belajar untuk mengejar ketertinggalan dan belajarnya di luar jam sekolah,” tutupnya.





