Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Guru SMK Kolaka Temukan Senyawa Spons Laut Berpotensi Obat Kanker, Tembus Forum Ilmiah UGM

0
0
Muhammad Fajri Ramadhan, seorang guru dari SMKN 7 Kolaka. Foto: Istimewa.

Kolaka – Terobosan ilmiah datang dari ruang kelas SMK di Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang guru SMKN 7 Kolaka, Muhammad Fajri Ramadhan, berhasil menemukan senyawa dari spons laut yang berpotensi dikembangkan sebagai obat kanker.

Penelitian ini membawa Fajri tampil sebagai pemakalah dalam konferensi internasional bergengsi, International Conference on Science and Technology (ICST) di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Temuan itu disebut masih berupa formula awal dan perlu penelitian lanjutan.

Riset dimulai sejak 2022 dengan pengambilan sampel spons laut di Perairan Pulau Hoga, Wakatobi, yang terkenal memiliki keragaman hayati laut tinggi. Setelah mendapatkan izin dari Balai Taman Nasional, Fajri membawa sampel ke laboratorium untuk dihancurkan dan diekstrak secara kimia.

Spons laut yang diambil di Perairan Pulau Hoga, Kabupaten Wakatobi. Foto: Istimewa.

“Spons laut punya kandungan metabolit sekunder yang jumlahnya bisa jutaan bahkan miliaran senyawa,” ujar Fajri saat dihubungi Kendariinfo, Minggu (3/8/2025).

Senyawa metabolit sekunder adalah senyawa kimia hasil proses biologis yang berfungsi melindungi organisme, seperti antibakteri, antiinflamasi, hingga antikanker. Dalam spons laut, senyawa ini secara alami terbentuk untuk melawan predator dan infeksi di lingkungan laut yang keras.

Fajri menjelaskan bahwa senyawa tersebut bereaksi terhadap pertumbuhan sel tidak normal, karakteristik utama dari kanker. Meski belum diuji klinis, reaksi awal dalam uji laboratorium menunjukkan kemampuan menghambat aktivitas sel kanker.

“Memang belum bisa disebut sebagai obat karena belum masuk tahap lanjutan, tetapi reaksinya sangat positif terhadap sel kanker dalam uji pendahuluan,” ungkapnya.

Penelitian ini merupakan bagian dari tesis pascasarjana Fajri di UGM yang kini tengah dalam proses publikasi jurnal ilmiah terindeks. Ia berharap temuannya bisa dilanjutkan oleh lembaga riset yang memiliki kapasitas lebih tinggi.

“Kalau ada yang mau kembangkan lebih lanjut, saya sangat terbuka. Saya sudah mulai jalannya, tinggal dilanjutkan,” tambah Fajri.

Ia juga menegaskan bahwa formula ini bukan untuk konsumsi langsung dan belum melewati uji klinis. Penanganan senyawa laut harus dilakukan secara ilmiah dan hati-hati agar tidak menimbulkan risiko baru.

“Saya tekankan lagi, ini masih tahap awal. Jangan sembarangan mengolah atau konsumsi spons laut tanpa proses yang benar,” tutupnya.

Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: