Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Education

Handik Sol, Wanita Wakatobi yang Suarakan Aksi Bersih Pantai Lewat Media Sosial

Handik Sol, Wanita Wakatobi yang Suarakan Aksi Bersih Pantai Lewat Media Sosial
Handik Sol, perempuan asal Desa Patuno, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, saat membersihkan sampah di salah satu perkampungan Bajo Mola, Kabupaten Wakatobi. Foto: Istimewa.

Wakatobi – Bermula dari inisiatif membersihkan sampah pada awal 2024, pemudi asal Desa Patuno, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), hingga kini aktif membagikan aksi positifnya melalui media sosial TikTok dan Facebook.

Pemudi itu bernama Wandiki atau yang lebih dikenal dengan sapaan Handik Sol. Konten bertema kebersihan lingkungan pertamanya dimulai di Pantai Moli’i Sahatu yang berlokasi di desa tempat ia berasal. Pada hari itu bertepatan dengan momentum tahun baru, Selasa, 2 Januari 2024. Di situ, Handik melihat begitu banyak sampah yang berserakan di area pantai.

“2 Januari 2024 itu barulah saya mulai. Saya memang sangat suka di pantai. Saat itu area Pantai Moli’i Sahatu kotor karena tahun baru. Jadi, saya inisiatif membersihkan. Kemudian saya unggah di media sosial. Pertama di TikTok. Saya coba menebarkan hal-hal positif, barangkali banyak yang sadar,” ujarnya kepada Kendariinfo, Rabu (21/1/2026).

Handik Sol bersama warga Desa Mola Selatan, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, membersihkan sampah di area perumahan warga.
Handik Sol bersama warga Desa Mola Selatan, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, membersihkan sampah di area perumahan warga. Foto: Istimewa.

Handik mengaku banyak belajar dari salah satu grup konten kreator yang juga berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dari situlah dia memutuskan untuk membuat konten yang memberikan dampak positif bagi alam sekaligus menebarkan aksi sosial yang dapat meningkatkan lebih banyak kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

“Kiblat saya dari Pandawara Grup. Saya banyak belajar lewat konten mereka. Kemudian saya pikirkan konten yang jadi passion saya. Akhirnya saya juga tergerak memberikan kontribusi untuk alam yang dampak positifnya lebih banyak,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sang Ibunda Ulang Tahun, Pembalap asal Kolaka Hadiahkan Titel Juara Umum Kejurda Motorprix IV

Tidak hanya di area Kabupaten Wakatobi saja, Handik juga turut membersihkan sejumlah daerah luar saat berkunjung ke sana. Beberapa titik yang telah ia bersihkan berlokasi di Kota Baubau dan Kota Kendari, Sultra; beberapa tempat di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng); serta beberapa titik di Kabupaten Buru Selatan, Maluku.

Sepanjang perjalanannya membersihkan berbagai wilayah tersebut, Handik menyebutkan pernah mengalami luka akibat terkena pecahan kaca hingga mengalami gatal-gatal di area tubuh.

Handik Sol bersama temannya memilah sampah di Pantai Sombu Dive, Desa Sombu, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi.
Handik Sol bersama temannya memilah sampah di Pantai Sombu Dive, Desa Sombu, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi. Foto: Istimewa.

“Saya sering terkena luka, teriris pecah beling, dan gatal-gatal. Sampai saya tidak tau masih sehat atau tidak. Sering juga dipanggil ‘bang’ dan ‘mas’, padahal saya perempuan,” tuturnya.

Karena kesukaannya pada pantai, Handik menjadikan kawasan pantai sebagai sasaran utama lokasi pembersihan.

“Saya suka pantai, tetapi tidak dengan sampahnya,” ucapnya.

Hingga Jumat (23/1) ini, akun TikTok Handik Sol (handiksol) diikuti sebanyak 114,3 ribu pengikut, serta 26 ribu pengikut di Facebook.

Penulis
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten