Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Harga Telur di Sultra Tembus Rp38 Ribu per Kg, Ini Penyebabnya

0
0
Telur ayam di Pasar Basah Mandonga Kendari alami kenaikan harga jelang Ramadan. Foto: Ferito Julyadi/Kendariinfo. (14/3/2022).

Kendari – Harga bahan pokok saat ini tengah mengalami kenaikan di beberapa wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra), salah satunya yang menjadi sorotan adalah harga telur ayam ras yang melonjak cukup tinggi.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra per hari ini, Jumat (2/9/2022) harga telur ayam ras bahkan di Kabupaten Buton Utara (Butur). tercatat menembus harga tertinggi yaitu Rp38 ribu per kilogram (kg).

Sementara itu, harga terendah saat ini tercatat berada di Kabupaten Konawe, yaitu sebesar Rp27 ribu per kilogram. Jika dirata-ratakan harga telur di 17 kabupaten/kota se-Sultra memiliki harga Rp32.173.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Sitti Saleha. Foto: Wira Muhammad Rafli/Kendariinfo. (2/9/2022).

Harga tersebut terbilang sangat tinggi dan menuai protes dari masyarakat. Jika dibandingkan dari tahun sebelumnya, harga telur ayam ras hanya berkisar Rp25 ribu sampai Rp26 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Sitti Saleha mengatakan kenaikan harga ini dipengaruhi oleh kurangnya pasokan telur yang selama ini masih dipasok dari Sulawesi Selatan.

“Kenapa dia naik telur, karena kebutuhan masyarakat semakin tinggi, sehingga ketersediaan juga kita memang di Sulawesi Tenggara masih terbatas, kita hanya memperoleh suplai dari Sulawesi Selatan,” kata Sitti kepada Kendariinfo, Jumat (9/2).

Sitti menambahkan bahwa harga saat ini tidaklah begitu bergejolak, melainkan memang fluktuatif saja mengikuti pasokan pasar. Untuk mengatasi kenaikan harga itu, pihaknya akan melakukan operasi pasar.

“Kemudian untuk mengantisipasinya adalah kami melakukan operasi pasar, dan kami harapkan sampai Desember ketersediaan stoknya tetap siap,” imbuhnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto. Foto: Wira Muhammad Rafli/Kendariinfo. (2/9/2022).

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto menjelaskan secara umum ketersediaan pangan beberapa komoditas masih aman, kecuali telur yang memang masih defisit.

“Kalau secara umum, kita aman (ketersediaan pangan), khususnya untuk beras, jagung, yang sedikit agak rawan itu memang bawang merah, cabai, kemudian telur tadi sudah dijelaskan, produksi kita masih defisit dan harus mendatangkan dari Sulawesi Selatan ataupun antar-daerah,” kata Ari kepada Kendariinfo.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: