Harumkan Nama Sultra, Wanita asal Muna Theresa Octavia Ukir Prestasi di Malaysia
Muna – Seorang mahasiswa asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Theresa Octavia (22), berhasil mengharumkan nama daerah dalam rangkaian program kepemudaan internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Excursion Network (IYEN) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 12 hingga 15 Januari 2026.
Theresa bersama timnya yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia berhasil meraih beberapa penganugerahan bergengsi. Prestasi tersebut meliputi Juara 1 Best Inovation Project, Juara 2 Best Presentation Project, serta Juara 3 Best Video Inovation.
“Kami berhasil raih Juara Pertama Best Inovation Project, dapat piagam dan gold medal. Inovasi dari kami berupa model aplikasi ‘Nutritone’ yang berfokus pada sistem monitoring gizi yang fleksibel dan personal dengan banyak fitur edukasi dan keunikan lainnya. Juara Kedua Best Presentation Project, dan Juara Ketiga Best Video Inovation, juga sertifikat internasional,” ujarnya kepada Kendariinfo, Selasa (20/1/2026).
Program yang berlangsung selama empat hari tiga malam tersebut dirangkaikan dengan kunjungan resmi ke universitas tertua di Malaysia, Universitas Malaya (UM). Dalam kunjungan itu, para delegasi mempelajari sistem pendidikan berskala internasional.
Selain itu, terdapat sesi project program and student forum discussion, di mana seluruh delegasi ditantang untuk berpikir kritis dan mempresentasikan inovasi terkait berbagai isu terkini. Kegiatan juga diisi dengan sesi youth leaders and panel discussion yang melibatkan interaksi langsung antara delegasi dengan para pemimpin muda serta pakar di International Youth Centre Malaysia.
“Ada juga pertukaran budaya dan kunjungan industri. Di situ kami melakukan kunjungan ke pabrik pembuatan cokelat untuk memahami etos kerja dan profesionalisme di Malaysia,” kata dia.
“Setelah itu, kami melakukan eksplorasi kota. Kami mengunjungi berbagai landmark ikonik dan bersejarah di Kuala Lumpur melalui sesi Negeri Jiran Exploration untuk memahami sejarah dan kehidupan sehari-hari masyarakat lokal,” sambungnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi networking untuk membangun jejaring internasional serta awarding day yang menjadi malam penganugerahan bagi delegasi dengan performa terbaik selama kegiatan berlangsung.
Theresa menjelaskan, proses pendaftaran dilakukan secara individu. Setelah melalui tahapan focus group discussion (FGD), pihak penyelenggara kemudian membagi peserta ke dalam beberapa tim. Ia sendiri tergabung dalam satu tim yang berjumlah delapan orang.
Dari total 60 peserta asal Indonesia yang berangkat ke Malaysia, Theresa mengaku secara pribadi mendelegasikan dirinya sebagai perwakilan daerah.
“Beberapa teman saya ada yang mewakili kampus, organisasi, dan daerah masing-masing. Walaupun saat ini saya sedang berkuliah, tetapi saya tidak datang sebagai utusan kampus karena saya datang sendiri, dan mengusahakan sendiri, jadi saya lebih menonjolkan asal daerah saya,” ungkapnya.
Bagi Theresa, setiap kegiatan yang ingin diikuti harus dijalani dengan sungguh-sungguh, berani mencoba, serta mampu merancang inovasi terbaik sebagai pemuda yang berdampak secara internasional.
“Upaya untuk lolos tentu tidak muluk-muluk. Asal berani mencoba, dan berikan inovasi terbaik. Saat mengisi form pendaftaran pertama (seleksi awal), kita diminta memaparkan model inovasi yang bisa dibuat. Jadi, buatlah model inovasi yang realistis, usahakan sebaik yang kita bisa, tetapi perhatikan juga angka keberhasilan dari perealisasiannya,” ujarnya.
Melalui laman web resminya, IYEN merupakan program yang dibangun dan dirancang khusus bagi pemuda-pemudi yang ingin memperluas wawasan melalui pengalaman belajar di luar negeri. Program ini telah sah berbadan hukum sejak 2 Desember 2022 dan berpusat di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Nah sekarang Makin Tahu indonesia Kan!!
