Heboh Hoaks Barcode Vaksin Covid-19 Kontrol Manusia Sampai Mati, Ini Faktanya
Nasional – Jagat dunia maya dihebohkan dengan viralnya sebuah potongan video wawancara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir saat berbicara mengenai kode batang (barcode) pada vaksin Covid-19 yang ternyata hoaks.
Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional saat itu tengah berbincang dengan pembawa acara Najwa Shihab.
Video ini heboh setelah dipotong dan diunggah oleh sebuah akun Facebook bernama Imha Lessy, Kamis (15/7/2021) lalu dengan narasi “Selamat bagi anda yang sudah divaksin Covid-19. Anda dikontrol sampai mati”.
Setelah dicek lebih jauh faktanya, ternyata barcode yang dimaksud adalah kode batang yang ada pada kemasan vaksin dan berfungsi sebagai identitas vaksin.
Dikutip dari laman resmi Kemenkominfo, Jumat (23/7/2021), Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menjelaskan bahwa kode batang tersebut bertujuan untuk mendata vaksin Covid-19.
“Pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir tentang barcode pada vaksin Covid-19 bertujuan untuk mendata vaksin yang tersedia dan menghindari pemalsuan vaksin,” kata Arya.
“Jika vaksin palsu beredar dan digunakan, maka akan membahayakan masyarakat dan kekebalan terhadap vaksin Covid-19 tidak terjadi,” lanjutnya.
Adapun isi dialog pada video berdurasi 1 menit 4 detik tersebut yaitu:
Najwa: Sudah merancang agar bisa melacak vaksin-vaksin ini Mas Erick?
Erick: Jadi begini kan kembali kita bicara pada sebuah sistem meminimal risiko apalagi ini menyangkut seluruh Indonesia. Nah karena itu sejak awal Bofarma melakukan barcode di sini bisa terlihat, jadi misalnya tadi Rafi abis disuntik bisa terlihat, di sini (kotak) juga ada barcodenya ini nanti masuk di coldchain yang dikirim ke daerah kita bisa dilihat sampai di mana, nomor mobilnya apa, ada kejadian apa kita bisa melakukan itu.
Untuk itu masyarakat diminta untuk tenang, dan mencari tahu lebih dahulu fakta dari sebuah informasi apalagi hanya berupa potongan video sebelum disebarkan.
