HP Mahasiswi yang Ketinggalan Depan BRI Link di Kendari Digasak Maling, Wajah Pelaku Terekam CCTV
Kendari – HP milik seorang mahasiswi yang tertinggal di salah satu BRI Link depan Terminal Baruga, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari digasak maling, Sabtu (15/4/2023) sekira pukul 20.18 Wita. Pelaku adalah seorang pria dan wajahnya terekam jelas kamera pengintai Closed Circuit Television (CCTV).
Peristiwa ini bermula saat mahasiswi Anastasya menemani rekannya bernama Nanda untuk menarik uang di BRI Link tersebut. Saat melakukan transaksi, Anastasya menyimpan dompet dan HP miliknya di atas meja BRI Link.
Usai melakukan transaksi, keduanya berencana menuju area Kampus UHO untuk membeli baju lebaran. Namun, Anastasya hanya mengambil dompet dan melupakan HP-nya di tempat itu.
Dalam perjalanan, ia merasa ganjal dan menyadari melupakan HP kesayangannya. Keduanya pun bergegas untuk kembali ke tempat tersebut. Namun sesampainya di sana, HP telah hilang dan tidak ditemukan lagi.
Ketika keduanya berusaha mencari HP tersebut dan bertanya pada penjaga BRI Link, mereka tertuju pada seorang pria berbaju merah yang juga melakukan transaksi di tempat itu.
“Saya curiga itu laki-laki yang ambil karena gerak-geriknya. Sempat kita baku tatap dengan itu orang tapi dia langsung pergi cepat. Saya pergi kejar sampai di Brimob tapi tidak dapat,” ujar Nanda kepada Kendariinfo, Minggu (16/4).
Selanjutnya, Anastasya melihat rekaman CCTV di area BRI Link. Untuk memastikan kecurigaannya, ia pun meminta petugas BRI Link untuk mengecek rekaman CCTV. Walhasil, pria berbaju merah yang dikejar oleh Nanda itulah pelakunya.
Sementara itu, dalam CCTV berdurasi 32 detik, pelaku menggunakan baju merah dan helm berwarna hitam. Sebelum melancarkan aksinya, pria tersebut lebih dulu melakukan transaksi di BRI Link. Melihat ada HP di depannya, ia berpura-pura acuh dan berusaha mengelabui petugas. Usai bertransaksi, pria tersebut langsung menggasak HP milik Anastasya dan kabur meninggalkan BRI Link.
Berdasarkan CCTV yang merekam jelas wajah pelaku, korban pun melaporkan kejadian itu ke polisi agar pelaku bisa ditindak tegas. Atas kejadian itu, korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp3.900.000.
