Idris dan Dini, 2 Wakil Sultra pada Pertukaran Pemuda Antarprovinsi 2025

Kendari – Idris (22) dan Dini Wahyuning Kurnia (21), terpilih menjadi wakil Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai peserta Pertukaran Pemuda Antarprovinsi (PPAP) 2025 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, pada 2 – 17 Oktober 2025.
Keduanya ditetapkan sebagai wakil Sultra setelah melalui proses seleksi tingkat provinsi yang dilaksanakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Sultra.
Program PPAP tahun ini akan mempertemukan pemuda dari seluruh Indonesia dalam berbagai kegiatan, mulai dari live in atau tinggal di daerah penempatan, pengabdian masyarakat, pertukaran budaya, hingga penguatan kapasitas kepemudaan.
Idris mengaku bangga terpilih mewakili Sultra. Ia menyebut kesempatan ini menjadi sarana untuk menimba ilmu sekaligus mengenalkan potensi Sultra kepada pemuda dari provinsi lain.
“Motivasi utama saya adalah bagaimana membawa nama baik Sultra, sekaligus belajar langsung dari pemuda di provinsi lain tentang cara mereka mengembangkan potensi daerahnya. Saya ingin pengalaman ini bisa memberi inspirasi bagi generasi muda Sultra untuk lebih aktif dan produktif,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).
Untuk menghadapi program tersebut, Idris tengah mempersiapkan diri dengan memperkuat wawasan kebangsaan, keterampilan komunikasi, serta mempelajari kembali potensi budaya dan wisata bahari Sultra yang akan ditampilkan selama kegiatan.
Ia menyadari tantangan terbesar dalam pertukaran ini adalah beradaptasi dengan lingkungan baru. Meski begitu, ia optimistis pengalaman ini akan menjadi momentum berharga untuk bertukar ide, budaya, dan semangat kepemudaan bersama perwakilan provinsi lain.
“Bagi saya, tantangan terbesar adalah bagaimana menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, tetapi saya percaya pengalaman ini akan menjadi kesempatan berharga untuk bertukar ide, budaya, dan semangat dengan pemuda dari seluruh Indonesia,” tambahnya.
Idris juga menilai program PPAP menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan bangsa. Ia bahkan berencana memanfaatkan media sosial (medsos) untuk berbagi pengalaman sekaligus mempromosikan potensi Sultra selama program berlangsung.
“Kalau bukan pemuda yang menjaga persatuan dan merawat identitas bangsa, lalu siapa lagi,” tegasnya.
Nah sekarang Makin Tahu Indonesia kan!!




