Imbas PPKM, Kunjungan Pariwisata di Kendari Turun 60-70%

Kendari – Indeks kunjungan masyarakat ke tempat wisata mengalami penurunan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari, Abdul Rifai. Dia menyebut, penurunan angka kunjungan mencapai 60 hingga 70 persen.
“Jujur saja, dengan adanya PPKM ini dampak yang paling terasa itu di sektor pariwisata,” katanya, Selasa (7/9/2021).

Padahal, dia menerangkan, jika pariwisata di Kota Kendari masih diberi izin untuk dibuka dengan kapasitas 50 persen dari total kapasitas wisata tersebut.
“Sesuai dengan instruksi terkait PPKM, sebenarnya diberikan izin dengan catatan maksimal kapasitas 50 persen saja dan tetap mematuhi protokol kesehatan, kita hanya imbau mereka pakai masker dan jaga jarak,” terangnya.
Meskipun diberikan izin untuk dibuka, namun kenyataan di lapangan, kunjungan wisatawan mengalami penurunan.
“Ya, meskipun kami berikan izin, tetap pengunjung juga sedikit, karena dampak PPKM itu sendiri jadi orang tidak berkunjung ke tempat wisata,” ungkapnya.
Solusi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kunjungan pariwisata, kata Abdul, adalah dengan cara melakukan promosi secara digital.
“Ya, solusinya itu kita lakukan branding apa yang menjadi kelebihan-kelebihan di wisata Kota Kendari. Ini kita akan sosialisasikan, bekerja sama dengan media dan Kominfo Kota Kendari,” pungkasnya.





