Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Inflasi Sultra Oktober 2025 Capai 3,26 Persen, Tertinggi di Baubau dan Kolaka

1
0
Infografis sebaran data inflasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Foto: YouTube/BPS Sultra.

Kendari – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year on year (yoy) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Oktober 2025 sebesar 3,26 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,39.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan mengatakan, inflasi tahunan tersebut bervariasi antarwilayah. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Baubau dan Kabupaten Kolaka, masing-masing sebesar 3,96 persen dengan IHK 110,37 dan 111,03.

“Sementara inflasi terendah tercatat di Kota Kendari sebesar 2,87 persen dengan IHK 108,70,” ujar Andi dalam keterangan resminya, Senin (3/11/2025).

Ia menjelaskan, kenaikan inflasi yoy itu dipengaruhi oleh peningkatan harga di sejumlah kelompok pengeluaran, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi tertinggi sebesar 5,69 persen.

“Diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,52 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 5,07 persen,” jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa kelompok lain juga mengalami kenaikan harga, di antaranya kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,96 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,18 persen; kelompok kesehatan 2,28 persen; kelompok transportasi 1,45 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,43 persen; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,32 persen.

Sementara itu, dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan harga tahunan atau deflasi, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,76 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,09 persen

“Secara bulanan, Sultra justru mengalami deflasi sebesar 0,58 persen pada Oktober 2025, sedangkan secara kumulatif dari Januari hingga Oktober 2025 tercatat inflasi year to date sebesar 2,66 persen,” pungkasnya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: