Istri Buruh Pelabuhan di Kendari Dilaporkan Hilang, Suami Sempat Mengira Keluar Berjualan Seperti Biasanya
Kendari – Seorang wanita bernama Lisnawati dilaporkan hilang oleh suaminya setelah tidak kunjung kembali ke indekos yang mereka tempati di Kelurahan Kampung Salo, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), sejak Minggu (9/8/2026).
Suami Lisnawati, Risky Darwan, awalnya mengira istrinya keluar rumah seperti biasa. Pagi itu, Risky lebih dulu berangkat menuju Pelabuhan Kapal Malam di Kelurahan Kandai sekitar pukul 07.00 Wita untuk bekerja sebagai buruh.
Sementara Lisnawati sehari-hari berjualan di kawasan pelabuhan tersebut. Keduanya memang memiliki rutinitas yang sama setiap pagi.
“Rutinitas kita tiap hari, pagi sudah keluar. Sekitar 06.30 Wita istri saya sudah keluar menjual, saya jam 07.00 Wita sudah stand by di Pelabuhan Kapal Malam, jadi buruh di situ,” ujar Risky kepada Kendariinfo, Senin (10/8/2026).
Risky mengatakan biasanya mereka berangkat bersama. Namun, pada Minggu pagi, ia keluar lebih dulu setelah mendapat panggilan dari teman kerjanya. Karena mengira istrinya tetap berangkat seperti biasa, Risky tidak langsung menyadari bahwa istrinya sudah hilang.
Sekitar pukul 16.00 Wita, saat Risky kembali ke indekos, ia tidak mendapati istrinya. Ia awalnya masih berpikir positif dan menduga Lisnawati sedang berkunjung ke rumah keluarga atau temannya.
Risky kemudian kembali bekerja di pelabuhan. Namun, setibanya di sana, teman-teman Lisnawati mengatakan mereka tidak melihat istrinya berjualan di kawasan pelabuhan.
Sekitar pukul 22.00 Wita, Risky pulang dan langsung mencari Lisnawati. Ia mendatangi sejumlah tempat yang biasa dikunjungi istrinya serta menghubungi keluarga dan teman-temannya. Namun, tidak ada yang mengetahui keberadaan Lisnawati.
“Tadi malam habis saya pulang dari kerja jam 10, saya langsung cari dia. Saya kunjungi teman-temannya, tempat yang sering dia pergi, tidak ada yang lihat. Terus saya hubungi keluarganya, saudara-saudaranya juga saya telepon, mereka tidak lihat juga,” jelasnya.
Risky menambahkan, Lisnawati tidak membawa handphone saat meninggalkan indekos. Ia juga mengaku semakin khawatir karena pernah mengalami trauma kehilangan setelah ayahnya pergi dari rumah tanpa kabar dan kemudian ditemukan meninggal dunia.
Meski diliputi kekhawatiran, Risky berharap istrinya dalam kondisi baik dan segera ditemukan. Ia telah melaporkan hilangnya Lisnawati ke Kepolisian Sektor (Polsek) Kendari pada Senin (10/8) untuk ditindaklanjuti dan dilakukan pencarian.
