Istri Gerebek Suami Bareng Wanita Lain di Penginapan Kendari, Ungkap KDRT Sejak 2 Tahun
Kendari – Seorang istri berinisial UI (29) mengungkap dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya selama hampir dua tahun. Pengakuan tersebut mencuat setelah UI memergoki suaminya, MRA bersama seorang perempuan lain yang tidak diketahui identitasnya di sebuah penginapan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin (5/1/2026) dini hari.
UI menuturkan, peristiwa penggerebekan itu terjadi berujung pada cekcok antara dirinya dan MRA. Menurut dia, kejadian tersebut kembali memicu dugaan KDRT yang sebelumnya telah berulang kali dialaminya sejak Desember 2023.
“Saya dapat mereka berdua di wisma mau minum-minuman keras,” kata UI saat dikonfirmasi Kendariinfo, Senin (2/2/2026).
Ia mengungkapkan, kekerasan yang dialami tidak hanya terjadi sekali, melainkan berlangsung dalam rentang waktu panjang hingga Oktober 2025. Meski sempat diusir dari tempat tinggal bersama pada akhir Oktober 2025, UI mengaku masih menjalin komunikasi dengan MRA sebelum akhirnya terjadi insiden di penginapan tersebut.
“Selama hampir dua tahun saya mengalami KDRT. Kejadian di penginapan itu membuat semuanya kembali terulang,” ujarnya.
UI menyebut, setiap kali terjadi permasalahan, suaminya tidak pernah mengakui perbuatan maupun menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku sering berada dalam tekanan psikologis dan memilih bertahan dengan harapan kondisi rumah tangga dapat membaik.
Ia mengaku pasrah usai mengalami KDRT berulang kali. Bahkan, UI mengalami luka hingga memar di sejumlah tubuhnya. Tak tahan dengan kejadian itu, UI memilih melaporkan suaminya ke Polresta Kendari, Senin (5/1).
“Sudah saya buat laporan, kemarin Jumat (30/1) baru saya terima SP2HP-nya dari Unit PPA Polresta Kendari,” ungkapnya.
Sementara, Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau melalui Kanit PPA Aiptu A. Rais Patanra membenarkan laporan korban UI. Saat ini, kasus tersebut tengah dilakukan penyelidikan oleh Unit PPA Polresta Kendari.
“Iya ada laporannya, saat ini kami masih lakukan penyelidikan,” tutupnya.
