Jadi Lulusan Terbaik AAU, Anak Nelayan Butur Raih Adhi Makayasa
Buton Utara – Sersan Mayor Satu Taruna (Sermatutar) Laode Abdul Muis (22) berhasil meraih penghargaan Adhi Makayasa setelah menjadi lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara (AAU).
Penghargaan itu diberikan langsung Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat proses wisuda 91 lulusan AAU di Gedung Sabang – Merauke, Yogyakarta, Rabu (16/6/2021).
Hal tersebut berdasarkan surat keputusan KSAU bernomor 174/VI/2021 tentang Penentuan Taruna Terbaik Lulusan AAU Tahun Pendidikan 2020 – 2021.
“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Kepala Staf Angkatan Udara, menimbang, mengingat, memperhatikan, dan seterusnya, memutuskan, menetapkan Sermatutar Laode Abdul Muis sebagai taruna terbaik lulusan Akademi Angkatan Udara dan memberikan kepadanya anugerah lencana Adhi Makayasa,” kata protokoler wisuda saat membacakan keputusan tersebut.
Sementara itu, Abdul mengaku terharu bisa menjadi lulusan terbaik AAU. Dia tak menyangka seorang anak nelayan bisa meraih penghargaan itu.
“Tidak ada kata yang bisa mewakili perasaan bahagiaku. Terharu karena kalau dipikir-pikir dari latar belakangku. Rasanya tidak mungkin untuk bisa mencapai itu. Tapi kita harus tetap mengingat bahwa semuanya karena Allah Swt. Segala sesuatu yang kita terima adalah hanya sementara dan harus bisa kita pertanggungjawabkan sebaik-baiknya,” katanya, Kamis (17/6).
Abdul mengungkapkan, selama proses wisuda berlangsung, dia selalu memikirkan almarhum ayahnya, Samadin.
“Dan siapa pun orang tuanya pasti bangga kalau anaknya bisa mendapatkan penghargaan itu, apalagi saya. Semoga Allah Swt memberikan kesempatan kepada almarhum untuk melihat saya sedang disematkan penghargaan tersebut walaupun dari alam yang lain,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Abdul adalah taruna yang menempuh pendidikan di Prodi Elektronika Pertahanan AAU. Dia merupakan putra dari pasangan Samadin dan Waode Harsida yang tinggal di pesisir sekitar Pelabuhan Lasora. Samadin semasa hidup memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja sebagai nelayan. Sayangnya, dia wafat saat Abdul sedang menjalani pendidikan di AAU.
Laporan: Aldho
